Rizki Ardiyansyah Pulang ke Kampung Halaman, Dijemput Disnakertrans

Rizki Ardiyansyah pulang kampung bertemu keluarga. (Foto : Sam Apip).

Cianjur, metropuncak.com | Kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, menyisakan duka bagi keluarga Yusep Cahyana (47), warga Kampung Haurwangi RT 03/RW 02, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Yusep diketahui berada di kapal tersebut bersama anaknya, Rizki Ardiyansyah (19). Dalam kecelakaan itu, Rizki yang bekerja sebagai pengawas kantin di KM Virgo Transport 8 berhasil selamat. Sementara Yusep hingga kini masih belum ditemukan.

Paman Rizki, Arif Rahman (45), mengatakan Rizki sempat terjatuh ke laut setelah kapal mengalami kecelakaan. Saat itu, Rizki bersama sejumlah rekannya bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada tabung gas.

“Dia terjatuh dan tersapu ombak hingga masuk ke laut. Dia bertahan sekitar 10 jam dengan berpegangan pada tabung gas bersama lima orang temannya,” kata Arif saat menceritakan kejadian tersebut, Rabu (23/9).

Menurut Arif, Rizki awalnya sedang tidur dan beristirahat di kapal. Ia kemudian dibangunkan oleh rekannya ketika kapal sudah dalam kondisi miring.

“Bangun-bangun kapal sudah miring. Setelah itu baru dia memakai life jacket,” ujarnya.

Rizki kemudian tersapu ombak hingga terlempar keluar dari kapal. Sejak saat itu, ia tidak lagi mengetahui keberadaan ayahnya.

Arif mengatakan, berdasarkan cerita Rizki, Yusep saat kejadian sudah mengenakan pelampung dan berada di bagian luar kapal. Namun, setelah Rizki tersapu ombak, ia tidak mengetahui lagi keberadaan ayahnya.

Rizki dan sejumlah korban lainnya baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.00 WIB setelah bertahan di laut sejak sekitar pukul 01.00 WIB.

Arif menuturkan, proses pencarian korban menghadapi sejumlah kendala. Kondisi perairan saat kejadian disebut memiliki gelombang cukup besar. Selain itu, lokasi kecelakaan yang jauh dari daratan membuat proses evakuasi membutuhkan koordinasi dan waktu.

“Posisinya gelap dan dari darat menuju perairan masih cukup jauh. Tim juga harus melakukan koordinasi terlebih dahulu untuk mengumpulkan personel,” katanya.

KM Virgo Transport 8 diketahui melayani perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Saat kecelakaan terjadi, kapal diperkirakan tinggal sekitar enam jam lagi menuju Banjarmasin atau berada di sekitar perairan Pulau Laut.

Setelah berhasil dievakuasi, Rizki bersama korban selamat lainnya ditempatkan di sejumlah hotel di Banjarmasin, di antaranya Hotel Citra dan Hotel Kharisma.

Rizki berada di Banjarmasin selama sekitar 10 hari sebelum akhirnya dipulangkan ke Cianjur. Kepulangannya didampingi sejumlah pihak, termasuk perwakilan pemerintah daerah, Disnaker, Ketua Kecamatan Haurwangi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Haurwangi, serta keluarga.

Arif sendiri turut datang ke Banjarmasin untuk mengikuti proses pencarian. Ia sebelumnya bekerja di kapal lain dan sedang dalam perjalanan menuju Lombok ketika mendengar kabar kecelakaan tersebut.

“Saya waktu itu berbeda kapal dan sedang mau berlayar ke Lombok. Setelah mendengar kejadian, saya menyusul ke Banjarmasin,” katanya.

Arif mengaku sempat mendapat tawaran dari Basarnas untuk ikut dalam proses pencarian. Namun, ia tidak dapat mengikuti pencarian secara penuh karena proses pencarian oleh tim penyelam membutuhkan waktu dan tidak dapat dipastikan hanya dalam satu atau dua hari.

Menurut dia, tim penyelam yang melakukan pencarian harus tetap berada di tengah laut. Jika menemukan jenazah, korban kemudian dievakuasi dan dibawa menggunakan helikopter.

Hingga kini, keluarga masih berharap Yusep segera ditemukan.

“Mudah-mudahan cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Yang penting bisa ditemukan dalam keadaan apa pun, yang terbaik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *