Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin berikan pemaparan di ruang dialog bagi masyarakat umum melalui kegiatan pendidikan politik di Aula Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. (Foto : Ist).
Cianjur, metropuncak.com | DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur mengambil langkah tak biasa untuk memperkuat basis politiknya. Alih-alih hanya berkumpul bersama sesama kader, partai berlambang pohon beringin ini membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat umum melalui kegiatan pendidikan politik di Aula Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kamis, (5/10/2026).
Yang menarik, komposisi peserta kegiatan ini tidak imbang. Sebanyak 80 persen peserta merupakan masyarakat umum dari Kecamatan Cugenang, sementara hanya 20 persen berasal dari kalangan kader partai. Langkah ini disebut sebagai strategi jemput bola untuk merawat demokrasi dari tingkat akar rumput.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin, menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara kader dan warga menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.
“Sinergi antara kader dan masyarakat menjadi titik penting untuk keberhasilan program-program pemerintah di daerah. Jika pemahaman dan tatanan bermasyarakat berjalan baik, saya optimistis Cianjur bisa melakukan lompatan pembangunan,” ujar TB Mulyana.
Politik Bukan Hanya soal Pemilu
Dalam paparannya, TB Mulyana berupaya membedah stigma negatif tentang politik. Ia menekankan bahwa politik memiliki makna jauh lebih luas dan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.
“Politik itu tidak hanya melalui pemilu. Peraturan daerah, peraturan desa, hingga kebijakan tentang ketertiban masyarakat, ketenagakerjaan, dan kesehatan merupakan produk politik yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap kebijakan publik. Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan membuat masyarakat lebih kritis dan terlibat dalam pengawasan pembangunan.
Soroti Persoalan Dasar
Dalam forum tersebut, Golkar Cianjur juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. TB Mulyana menyebut sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan ketenagakerjaan sebagai fokus pengawalan partai.
Ia menyoroti masih adanya angka putus sekolah, kerusakan bangunan pendidikan, kekurangan tenaga guru, hingga keluhan pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat. Khusus untuk sektor kesehatan, Golkar berjanji tidak akan menutup mata terhadap kritik dan aspirasi yang berkembang di media massa maupun media sosial.
“Keluhan masyarakat merupakan masukan yang sangat berharga bagi kami. Semua itu menjadi catatan dan bahan kajian internal, termasuk melibatkan anggota Fraksi Golkar di DPRD yang menangani bidang kesehatan di Komisi D,” ungkapnya.
Kontribusi Nyata Jadi Modal Kepercayaan
Di akhir kegiatan, TB Mulyana menyampaikan visi jangka panjang partainya. Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata kepada masyarakat adalah modal utama untuk meraih kepercayaan publik pada kontestasi politik mendatang.
“Secara umum, kewajiban kami adalah terus berbuat untuk masyarakat dan menambah perolehan suara. Syukur-syukur peningkatan suara tersebut bisa dikonversi menjadi tambahan kursi,” pungkasnya.
Melalui pendidikan politik ini, Golkar Cianjur berharap kesadaran demokrasi masyarakat meningkat sehingga pembangunan di Kabupaten Cianjur dapat berjalan lebih tepat sasaran dan transparan.








