Karyawan dapur SPPG 03 Jatisari diduga dianiaya massa. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Kericuhan terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 03 Jatisari, Kampung Mekarjaya, RT 04/RW 05, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam insiden tersebut, ratusan warga diduga melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas dapur SPPG, bahkan dua karyawan yang berada di lokasi juga diduga menjadi korban penganiayaan massa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan tersebut diduga dipicu kesalahpahaman antara pihak pengelola dapur SPPG dan masyarakat setempat terkait proses perekrutan karyawan. Persoalan bermula ketika pihak dapur membuka pendaftaran untuk satu posisi pekerjaan.
Dua orang dilaporkan mendaftarkan diri, masing-masing berasal dari Desa Jatisari dan Desa Cikondang. Namun, pelamar asal Desa Cikondang dinyatakan diterima, sedangkan pelamar lainnya tidak lolos seleksi.
Situasi diduga semakin memanas setelah muncul pernyataan Kepala Dapur SPPG yang disebut-sebut menyinggung warga setempat.
Menurut informasi yang beredar, pernyataan tersebut disampaikan sekitar dua hari sebelum kericuhan terjadi. Namun, kebenaran dan konteks pernyataan itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Pada Minggu malam, massa mendatangi lokasi Dapur SPPG 03 Jatisari. Sejumlah warga dilaporkan meminta seluruh karyawan keluar dari bangunan, sementara sebagian lainnya masuk ke area dapur untuk mencari Kepala SPPG.
Karena kepala dapur tidak ditemukan di lokasi, massa kemudian diduga melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas. Kaca ruang penjagaan satpam dilaporkan pecah, beberapa kamera pengawas atau CCTV mengalami kerusakan, dan terdapat dugaan penjarahan sejumlah barang elektronik, laptop, ponsel Android, serta uang Rp200 ribu milik karyawan yang menjadi korban amukan massa.
Kericuhan berlanjut ketika massa tidak menemukan orang yang mereka cari.
Dua karyawan yang berada di lokasi kemudian menjadi sasaran amukan, keduanya dilaporkan mengalami pemukulan pada bagian wajah dan kepala hingga dibawa ke puskesmas terdekat.











