KAWAN PRB Cianjur Gelar Apel Siaga dan Gladi Lapang Gempa Bumi, Libatkan 180 Peserta Lintas Desa. (Foto : Ali).
Cianjur, metropuncak.com | Kumpulan Relawan Pengurangan Risiko Bencana (KAWAN PRB) Cianjur menggelar Apel Siaga dan Gladi Lapang Gempa Bumi dalam rangka Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, di Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Mengusung tema “Bersama Kita Siaga, Bersatu Kita Tangguh”, kegiatan ini diikuti sekitar 180 peserta dari 11 desa dan satu organisasi. Mereka belajar, berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, serta mempraktikkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi peningkatan kapasitas, meliputi manajemen risiko bencana, keluarga tangguh bencana, pertolongan pertama dan evakuasi aman, penggunaan handy talky dalam situasi tanggap darurat, pemetaan dan penghitungan kebutuhan dasar, pendataan kebutuhan cepat, manajemen logistik, serta dukungan psikososial awal bagi kelompok berisiko.
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan apel siaga dan gladi lapang gempa bumi. Ketua KAWAN PRB Cianjur, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan selama dua hari ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan koordinasi antardesa.
“Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi terkait penanggulangan bencana. Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan apel siaga dan gladi lapang untuk menghadapi ancaman gempa bumi. Ada sekitar 180 peserta yang terlibat, berasal dari 11 desa dan satu organisasi,” terang Budi saat ditemui di sela-sela kegiatan di Sarongge Valley.
Menurutnya, peningkatan kapasitas perlu dilakukan secara berkelanjutan agar relawan memiliki kesiapan dan kemampuan untuk berperan ketika bencana terjadi. Melalui kegiatan bersama, relawan dari berbagai desa juga dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun koordinasi yang lebih kuat.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur, Muhammad Taufik Zuhrizal, menyampaikan bahwa upaya membangun ketangguhan harus terus diperkuat dan diperluas ke semakin banyak desa.
“BPBD Cianjur sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan KAWAN PRB Cianjur. Kami berharap kegiatan peningkatan kapasitas dalam momentum Bulan PRB ini dapat terus dilakukan secara rutin. Kegiatan seperti ini telah dilaksanakan KAWAN PRB selama tiga tahun terakhir. Semoga semakin banyak desa yang memiliki kesadaran untuk membangun ketangguhan bencana,” ungkap Taufik Zuhrizal.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali ancaman di wilayahnya serta meningkatkan kapasitas untuk mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan.
“Bencana bisa datang kapan pun dan di mana pun, serta dapat menimpa siapa pun. Hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risiko. Kenali ancaman bencana dan tingkatkan kapasitas kita,” tegasnya.
Semangat kesiapsiagaan dalam kegiatan ini tidak hanya ditunjukkan oleh relawan muda. Dadang, warga Desa Mangunkerta yang telah berusia 85 tahun, turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari. Ia mengikuti sesi pembelajaran pada hari pertama, kemudian kembali hadir untuk mengikuti apel siaga dan gladi lapang pada hari kedua.
Kehadiran Dadang menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa dibatasi usia.
“Saat ini usia saya sudah 85 tahun. Harapan saya, saya bisa memberikan semangat dan memotivasi anak-anak muda agar terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Saya berharap semakin banyak desa yang tangguh bencana sehingga risiko dapat kita kurangi. Saya sangat senang masih bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Di desa, saya juga aktif bersama Destana Mangunkerta,” tutur Dadang.
Keterlibatan Dadang menjadi pengingat bahwa membangun masyarakat tangguh bencana membutuhkan partisipasi semua generasi. Pengalaman warga senior, semangat relawan muda, serta dukungan pemerintah dan berbagai organisasi merupakan kekuatan yang perlu dirawat bersama.
Bagi KAWAN PRB Cianjur, peringatan Bulan PRB bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni. Momentum ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memastikan bahwa pengetahuan dan pengalaman para relawan tidak berhenti di masing-masing desa, tetapi dapat dipertukarkan, dikembangkan, dan menjadi kekuatan kolektif dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
Melalui semangat “Bersama Kita Siaga, Bersatu Kita Tangguh”, KAWAN PRB Cianjur terus mendorong tumbuhnya kolaborasi dan solidaritas antar relawan serta masyarakat lintas desa. Pengetahuan dan keterampilan perlu terus diasah, sementara koordinasi dan kerja sama harus diperkuat agar masyarakat mampu mengenali risiko, mempersiapkan diri, dan bertindak dengan tepat ketika bencana terjadi.
Sebab, ketangguhan tidak dibangun dalam satu hari. Ketangguhan tumbuh dari kemauan untuk terus belajar, kesiapan untuk saling membantu, dan komitmen untuk menjaga keselamatan bersama.














