Korban pembacokan oleh pelaku yang diduga ODGJ, tengah menjalani perawatan. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur, metropuncak.com | Seorang ketua RT di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, menjadi korban penganiayaan berat dengan senjata tajam yang dilakukan oleh pelaku diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Insiden ini terjadi saat korban baru selesai mengumumkan kegiatan kerja bakti melalui pengeras suara di masjid setempat.
Kapolsek Campaka melaporkan kejadian tersebut melalui surat laporan yang ditujukan kepada Kapolres Cianjur pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Peristiwa pembacokan terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di depan Masjid Jami Al Istikomah, Kampung Cimanggu RT 002 RW 004, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka. Korban, Wahyu (46), yang merupakan ketua RT setempat, baru saja selesai mengumumkan ajakan kerja bakti kepada warga untuk hari Minggu besok.
“Korban dibacok di bagian leher, dada, dan telapak tangan berkali-kali oleh pelaku,” demikian isi laporan kepolisian yang diterima redaksi.
Akibat sambaran senjata tajam tersebut, korban mengalami luka bacokan pada tangan kiri, leher, dan punggung. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Sayang Cianjur untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pelaku pembacokan diketahui bernama Dede alias Dahong (42), warga Kampung Cimanggu RT 004 RW 008, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka. Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Langkah Kepolisian
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan:
1. Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP)
2. Mendatangi korban di RSUD Cianjur
3. Berkoordinasi dengan Puskesmas Kecamatan Campaka
4. Meminta keterangan dari saksi-saksi
5. Membuat laporan resmi
6. Mengamankan pelaku di Markas Polsek Campaka
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Pelaku saat ini telah diamankan di Mako Polsek Campaka untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Campaka, penanganan ODGJ di wilayah Kecamatan Campaka terus dilakukan. Dari 94 target ODGJ, 71 orang telah tertangani dan sebagian sudah kembali normal, meskipun beberapa di antaranya memerlukan penanganan lanjutan di luar daerah.
Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Cianjur untuk mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku.












