Target 280 Koperasi Merah Putih di Cianjur, Dandim 068/CJR: “Kami Jemput Keluhan Warga soal Lahan!”

Target 280 Koperasi Merah Putih di Cianjur, Dandim 068/CJR: “Kami Jemput Keluhan Warga soal Lahan!”. (Foto: Ali).

Cianjur | Lapangan Olahraga Kodim 0608/Cianjur mendadak berubah menjadi ruang musyawarah rakyat, Rabu (22/4/2026). Puluhan warga duduk berdampingan dengan para pejabat, membahas satu misi besar menjadikan koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, dimulai dari Cianjur.

Bertajuk “Dari Desa untuk Indonesia, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat”, acara ini bukan sekadar seminar biasa. Ini adalah bentuk “jemput bola” pengaduan masyarakat yang diprakarsai langsung oleh jajaran Kodim.

“Kami sengaja menangkap isu dan kendala di lapangan. Masalah lahan? Tidak punya tempat untuk membangun koperasi? Itu yang kita bawa ke meja mediasi,” tegas Komandan Kodim (Dandim) 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, di sela-sela acara.

Menurut Dandim, program pembangunan koperasi Merah Putih sering terhambat oleh persoalan teknis yang tidak terselesaikan di level bawah. Maka, forum ini menghadirkan langsung semua pemangku kepentingan mulai dari BPN (Badan Pertanahan Nasional), Dinas Koperasi, hingga Bulog untuk duduk satu meja bersama warga.

Hasilnya? Luar biasa. Ketika warga berterus terang soal sulitnya mendapatkan lahan untuk koperasi, pihak BPN langsung angkat bicara dan memberikan solusi. Begitu pula usulan kerja sama antara Dinas Perdagangan dengan Bulog, langsung digarap saat itu juga.

“Ini dialog yang benar-benar konstruktif, bukan sekadar serap aspirasi palsu,” ujar Dandim sambil mengapresiasi respons cepat dari instansi terkait.

Lantas, seberapa besar target yang dibidik? Dari total 360 desa dan kelurahan di Kabupaten Cianjur, pemerintah menargetkan minimal 280 koperasi sudah terbentuk hingga akhir Juli 2026.

“Bertahap, kita kejar 100 persen. Yang penting, jangan sampai masyarakat terbentur aturan. Kami akan terus pantau, dorong, bahkan bantu urusan peminjaman ke BUMN jika diperlukan,” pungkas Letkol Inf Bistok Barry Simarmata.

Acara yang berlangsung hangat ini menjadi bukti bahwa sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bisa menjadi kunci utama menghidupkan ekonomi desa. Koperasi Merah Putih, jika dikelola dari hati dan didukung solusi nyata, bukan lagi mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *