Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KAI Kabupaten Cianjur, Oden Muharam Junaidi, SH, MH. (Foto : Ali).
Cianjur | Hotel Palace Cipanas mendadak riuh. Ratusan advokat berkumpul merayakan Hari Jadi Kongres Advokat Indonesia (KAI) ke-18 dengan penuh khidmat sekaligus meriah, Sabtu (30/5/2026).
Momentum ini menjadi panggung penegasan komitmen para pengacara di Cianjur untuk membela masyarakat kecil.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KAI Kabupaten Cianjur, Oden Muharam Junaidi, SH, MH, mengungkapkan sebuah fakta menarik. Mayoritas pengacara yang tergabung dalam KAI Cianjur ternyata memiliki latar belakang sebagai aktivis pergerakan.
“Hampir semua anggota KAI Cianjur adalah mantan aktivis. Karena itu, kami mewajibkan seluruh anggota memberikan bantuan hukum struktural, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu,” tegas pria yang akrab disapa Kang Oden ini kepada media.
Saat ini, KAI Cianjur diperkuat oleh 178 advokat.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KAI Jawa Barat tercatat sebagai penyumbang anggota terbesar di Indonesia dengan total lebih dari 6.000 advokat.
Di tempat yang sama, Advokat Edward, SPD, SH, MH, mengingatkan kembali sejarah besar berdirinya KAI.
Organisasi ini lahir dari buah pemikiran para pendekar hukum legendaris Indonesia seperti almarhum Adnan Buyung Nasution, almarhumah Indra Sahnun Lubis, hingga Todung Mulia Lubis.
“Posisi advokat itu setara dengan penegak hukum lainnya, baik Polisi maupun Kejaksaan,” jelas Edward menekankan pentingnya peran pengacara dalam sistem peradilan.
Namun, posisi yang kuat ini harus dibarengi dengan integritas yang tinggi.
Mantan Hakim Agung sekaligus perwakilan DPP KAI Pusat, Oka Jusli, memberikan peringatan keras kepada seluruh kader yang hadir.
Sebagai sosok yang kerap memimpin sidang kode etik, Oka meminta seluruh advokat KAI untuk selalu menjaga profesionalisme dan tidak main-main dengan profesinya.
“Saya tidak ingin ada anggota KAI yang harus berhadapan dengan saya di persidangan karena pelanggaran kode etik. Saya berpesan khusus kepada Pak Oden untuk terus mengawal dan menjaga integritas moral seluruh anggota KAI di Cianjur,” pungkas Oka.
Acara ulang tahun ini ditutup dengan penuh rasa syukur melalui pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Peradi Cianjur Apip Iskandar, perwakilan Pemkab Cianjur, serta sejumlah advokat senior tanah air.








