LSM Jardes Angkat Bicara Terkait Pelarangan Liputan Kunjungan Wabud di Sekolah Ternama

LSM Jardes Angkat Bicara Terkait Pelarangan Liputan Kunjungan Wabud di Sekolah Ternama di Cianjur. (Foto: Ilustrasi).

Cianjur | Sejumlah wartawan mengaku tidak diperbolehkan meliput dan mewawancarai Wakil Bupati Cianjur, Abdi Ramzi, saat menghadiri agenda audiensi bertajuk “Mengenai Kegiatan Specta” di SMAN 1 Cianjur, Kamis (26/2/2026) sore.

Acara yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, itu diketahui bersifat seremonial dan terbuka untuk umum. Namun, ketika para jurnalis hendak melakukan konfirmasi, akses mereka dibatasi oleh pihak pengawal dan asisten yang mendampingi wakil bupati.

Pembina LSM Jaringan Desa (Jardes) Kabupaten Cianjur, Pendi Yuda, menyesalkan tindakan tersebut. Ia juga menyampaikan keluhan dari Mamat Mulyadi alias Tamem, wartawan media cetak dan online Harian Metropolitan (PT Bogor Mediapolitan) yang juga pengurus PWI Kabupaten Cianjur. Menurut Pendi, selain dibatasi, terdapat pula pernyataan kurang pantas yang dilontarkan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Akibat pembatasan itu, sejumlah jurnalis tidak mendapatkan keterangan resmi maupun bahan pemberitaan yang dibutuhkan, terutama untuk memenuhi publikasi harian selama Ramadan.

“Kami hanya ingin menjalankan tugas, khususnya meliput kegiatan Ramadan. Tapi akses untuk mendekat dan wawancara ditutup,” ujar Pendi saat ditemui di luar sekolah, didampingi wartawan lain yang menunggu.

Para wartawan yang tergabung dalam peliputan tersebut diketahui telah mengantongi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berkomitmen menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Demi menjaga kondusivitas, khususnya di bulan suci, mereka memilih tidak memperpanjang masalah.

Pendi Yuda berharap ke depan pejabat publik beserta jajarannya lebih membuka ruang komunikasi dengan media. Menurutnya, keterbukaan informasi publik dan komunikasi yang baik antara pejabat dan pers sangat penting untuk menciptakan transparansi serta menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi kepada publik. Kami hanya ingin klarifikasi dan informasi yang jelas sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *