Komisi IV DPRD Cianjur Pastikan Program Pembiayaan Gratis di RSUD Sayang Berjalan

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal. (Foto : SMR).

Cianjur, metropuncak.com | Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur melakukan kunjungan kerja ke RSUD Sayang Cianjur, Selasa (19/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan, khususnya program pembiayaan gratis yang disampaikan Gubernur, sudah berjalan di rumah sakit milik pemerintah kabupaten itu.

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi IV DPRD Cianjur. Menurutnya, kedatangan anggota dewan itu untuk memastikan pelayanan, terutama terkait pembiayaan gratis, telah dilaksanakan.

“Alhamdulillah, pada layanan kami sudah menjalankan program pembiayaan gratis tersebut untuk kelas 3. Alurnya mulai dari IGD sampai rawat inap sampai pasien pulang kita gratiskan,” kata Yusman.

Berita Terkait:

Meski demikian, ia menjelaskan ada syarat administratif yang harus dipenuhi pasien atau keluarga, yaitu melampirkan e-KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Yusman juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran di Pemerintah Kabupaten Cianjur. Menurutnya, pemerintah kabupaten sebagian besar mengandalkan dana transfer dari pusat ke daerah. Ketika suplai dari pusat menurun, kebijakan efisiensi dilakukan agar seluruh instansi atau OPD di Kabupaten Cianjur tetap dapat berjalan.

“Kita juga memaklumi hal-hal seperti ini. Tetapi dengan adanya program dari Bapak Gubernur ini tentunya akan membantu masyarakat, terutama kalangan tidak mampu,” ujarnya.

Berita Terkait:

Ia menjelaskan, pendaftaran pasien tidak mampu yang berobat ke rumah sakit sebelumnya bisa langsung jadi dan aktif. Namun, saat ini terdapat tenggang waktu 14 hari untuk aktif. Selama masa akses 14 hari tersebut, pasien ditanggung pengobatannya secara gratis melalui program gubernur.

Yusman juga mengimbau masyarakat yang ingin berobat ke fasilitas rujukan agar terlebih dahulu memastikan memiliki fasilitas kesehatan di puskesmas dan klinik. Menurutnya, alur tersebut perlu ditempuh agar pasien yang datang ke rumah sakit benar-benar pasien yang memerlukan rujukan.

“Jangan sampai pasien-pasien yang sakitnya ringan kita rawat juga, sehingga banyak kondisi penyakit ringan membeludak di rumah sakit. Kasihan pasien-pasien yang riwayat penyakit beratnya jadi tersingkirkan, kalaupun kita memiliki keterbatasan tempat tidur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar