Kisah Pilu di Balik Tragedi Labu Siam: Seorang Anak yang Setia Merawat Ibunya Tewas Dianiaya. (Foto: Ist).
Cianjur | Duka mendalam masih menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kampung Bayabang RT 01/06, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Rumah duka korban penganiayaan berujung maut itu tampak sunyi, menyisakan seorang nenek tua renta, ibunda dari almarhum M (56) yang meninggal beberapa hari lalu.
Kepergian M menyisakan luka yang dalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga warga sekitar. Pasalnya, di balik tragedi yang dipicu oleh tuduhan mencuri dua buah labu siam ini, tersimpan kisah bakti seorang anak kepada ibunya.
Kesaksian Keluarga Lebih Memilih Mengurus Ibu di Usia Senja
Kesunyian rumah duka itu pun sempat terusik oleh kedatangan Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Cianjur. Di salah satu ruangan rumah yang masih bernuansa duka, Kapolres mendengarkan langsung cerita pilu dari kerabat tentang sosok almarhum M.
“M adalah seorang buruh harian lepas yang hidup sederhana. Meski hidup pas-pasan, ia lebih memilih untuk merawat ibunya di masa tua,” ujar salah seorang kerabat.
Kerabat tersebut menceritakan bahwa almarhum pernah menikah dua kali. Dari pernikahan pertamanya dengan wanita asal Mangun, ia dikaruniai seorang anak. Setelah bercerai, ia menikah lagi dengan wanita asal Bogor dan memiliki satu anak. Namun, rumah tangganya kembali kandas.
“Setelah dua kali gagal dalam pernikahan, almarhum memutuskan untuk tidak menikah lagi. Ia memilih pulang dan mengabdikan hidupnya untuk mengurus emaknya (ibunya) yang sudah renta,” ungkap kerabat tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Kedatangan Sang Kapolres dan Perhatian untuk Nenek Ining
Kehadiran Kapolres Cianjur di tengah keluarga yang berduka bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral. AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi tampak berbincang hangat dengan keluarga, terutama dengan ibunda almarhum (Nenek Ining).
Di sela-sela perbincangan, Kapolres menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Sebagai bentuk kepedulian, ia juga menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan tali asih kepada Nenek Ining. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban hidup sehari-hari sang nenek yang kini ditinggal sendirian.
Duka yang Mengundang Perhatian Publik
Peristiwa tragis ini sontak viral di berbagai platform media dan mengundang perhatian luas dari publik hingga para pejabat. Selain dihadiri oleh Kapolres beserta jajaran, sejumlah tokoh juga terlihat melayat ke rumah duka, di antaranya anggota Komisi D DPRD Cianjur dari fraksi Partai NasDem, H. Bayu Maulana Pamungkas, serta Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian.
Di tengah kesedihan yang mendalam, perhatian dan empati yang hadir dari berbagai pihak menjadi secercah kehangatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kini, rumah sederhana di Kampung Bayabang itu hanya tinggal menyimpan kenangan tentang seorang anak yang berbakti, yang hidupnya berakhir tragis hanya karena tuduhan mencuri dua buah labu siam. Sebuah kisah pilu tentang kasih seorang anak kepada orang tua yang harus berakhir menyayat hati.













