Asep Kocin (64) pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Cianjur yang memilih hidup di kampung. (Foto : Sam Apip).
Cianjur | Di tengah hiruk-pikuk dan gemerlap lampu kota metropolitan, tak sedikit orang yang mengimpikan masa tua di apartemen mewah. Namun, sepasang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Cianjur justru memilih jalan yang berlawanan. Bagi mereka, kebahagiaan di usia senja bukanlah gedung pencakar langit, melainkan ketenangan jiwa dan udara segar di pedesaan.
Kang Asep Kocin (64) dan istrinya telah membulatkan tekad untuk “pulang kampung”. Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai PNS di Kota Bandung, pasangan harmonis ini memutuskan hijrah dan menikmati masa pensiun mereka di kampung halaman.
Karier Kang Asep sebagai abdi negara dimulai pada tahun 1984. Bersama istrinya yang juga seorang PNS, ia membangun bahtera rumah tangga di Kota Bandung hingga dikaruniai tiga orang anak. Kini, ketiga buah hati mereka telah tumbuh dewasa dan mandiri membina keluarganya masing-masing.
Meski telah puluhan tahun terbiasa dengan fasilitas perkotaan yang serba lengkap, Kang Asep dan istri mengaku mulai jenuh dengan suasana Bandung yang bising, padat polusi, dan penuh gemerlap. Alasan itulah yang mendorong mereka untuk menyerahkan rumah di Bandung kepada anak sulungnya, lalu memilih kembali ke tanah kelahiran di Kabupaten Cianjur.
Kini, keduanya menetap di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Di desa inilah, mereka mengukir kembali definisi bahagia di masa tua dari awal.
Keputusan untuk pindah ke desa terbukti membawa berkah tersendiri bagi kesehatan dan ketenangan batin mereka. Rumah sederhana di Desa Jatisari kini disulap menjadi oase hijau yang asri dan sejuk..
Kang Asep memanfaatkan pekarangan depan, belakang, hingga samping rumahnya dengan menanam puluhan jenis tanaman produktif, antara lain buah-buahan unggulan, durian, alpukat, lengkeng, mangga, nangka, jambu biji, jambu bol, jambu air, pisang, dan anggur. Tanaman pelengkap kara, petai, serta puluhan jenis tanaman buah lainnya.
Tak hanya rimbun oleh pepohonan yang membuat suasana rumah terasa teduh, di sisi kanan rumahnya juga terdapat kolam yang dipenuhi berbagai jenis ikan air tawar. Perpaduan antara hijau dedaunan dan gemercik air kolam menciptakan pemandangan yang memanjakan mata.
“Indah, asri, dan membuat betah,” ujar Kang Asep menggambarkan lingkungan tempat tinggalnya sekarang.
Di usianya yang kini menginjak 64 tahun, hidup di desa bukan sekadar tempat tinggal, melainkan cara terbaik untuk merayakan masa tua dengan sehat, damai, dan penuh kesyukuran bersama keluarga.














