Puluhan Emak-Emak Bakar Bangku dan Meja, Tolak Peredaran Narkoba Bakar. (Foto : Ilustrasi/AI).
Cianjur | Puluhan emak-emak warga Kampung Raksabala RW 02, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa, Jumat (08/05/26) sekitar pukul 14.00 WIB.
Aksi protes ini menolak penjualan obat-obatan terlarang (narkoba), yang bahkan diwarnai aksi pembakaran bangku dan meja yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, unjuk rasa emak-emak tersebut dipicu oleh kekesalan terhadap oknum pemuda yang kerap menjual narkoba di sebuah rumah kosong di pinggir Jalan Raya Cianjur-Bandung, tepatnya di Kampung Raksabala.
Aksi ini dilakukan karena masyarakat, khususnya para ibu, sudah merasa muak dan jengkel. Perilaku oknum yang setiap hari diduga menjual narkoba tersebut sudah beberapa kali dilaporkan ke pihak desa, namun tidak ada tindak lanjut. Alhasil, emak-emak pun turun langsung melakukan unjuk rasa.
“Kami harap pihak berwajib segera memberantas dan menghentikan penjualan obat terlarang ini karena sudah merusak generasi muda, khususnya anak-anak muda di wilayah Kecamatan Haurwangi,” ujar Apud, tokoh masyarakat Raksabala.
Sementara itu, Ketua RW 02, Enung Kartini, menambahkan bahwa setelah emak-emak melaksanakan protes penolakan peredaran obat-obatan terlarang, pihak pemerintah diharapkan segera menindaklanjutinya agar Kampung Raksabala bebas dari peredaran narkoba.
“Kepada pihak pemerintah, kami mohon segera menindaklanjuti peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Haurwangi, Cianjur, karena itu merusak mental generasi muda,” pungkasnya.








