Kasubag TU Kemenag Cianjur, Siti Fatimah, S.Pd. (Foto : SMR).
Cianjur, metropuncak.com | Sesuai surat edaran dari Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cianjur menggelar Kick Off Manasik Haji serentak secara nasional.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baiturrahman, Jalan Lingkar Timur, Kampung Salagedang, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, pada Jumat, 25 September 2026.
Kasubag TU Kemenag Cianjur, Siti Fatimah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini sudah terlaksana yang dimulai pukul 15.30 WIB ba’da Ashar, kurang lebih diikuti oleh sekitar 50 jamaah. Insya Allah yang sampai saat ini siap ke lokasi baru 61 orang dari kuota yang didapatkan sekitar 170. Banyak faktor, maka dari itu hari ini kita informasikan ada kick off manasik haji nasional yang dilaksanakan secara serentak dan bagi kami yang di daerah harus mengikuti melalui zoom,” ujarnya.
Siti Fatimah menambahkan bahwa pada kegiatan kali ini tidak ada materi yang disampaikan secara mendalam.
“Tidak ada materi yang disampaikan dan yang diberikan hari ini hanya memberikan gambaran saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Cianjur, kuota jamaah sudah terpenuhi.
“Untuk Kabupaten Cianjur sampai hari ini sudah penuh. Insya Allah bulan depan kita akan melaksanakan manasik secara berkala setiap satu bulan sekali sampai mendekati pemberangkatan nanti, dan itu akan kita lakukan dua kali di luar dari program pemerintah yang disiapkan di Kabupaten Cianjur,” tuturnya.
Terkait asal jamaah, Siti Fatimah menyebutkan bahwa jamaah datang dari berbagai wilayah. “Ada jamaah yang paling jauh itu ada dari Cidaun, dan yang paling dekat ada di sekitar Gadung ini juga,” katanya.
Ia juga menyoroti rentang usia para jamaah. “Untuk usia yang paling muda ada di usia 22 tahun, dan yang paling tinggi itu ada di usia 98 tahun,” ungkapnya.
Siti Fatimah menegaskan bahwa program manasik yang akan dilaksanakan tidak hanya mencakup aspek fiqih ibadah, tetapi juga kesehatan.
“Program manasik ini tidak dilakukan secara fiqih agamanya saja, tetapi akan kita sampaikan manasik fiqih kesehatan. Kita juga akan mengajak para jamaah ini untuk berolahraga, dan di akhir sesi akan ada praktek,” paparnya.
Di akhir wawancara, Siti Fatimah menyampaikan harapan ke depan bagi para jamaah harus bisa mandiri dan menjaga kesehatan.
“Harapan ke depan, jamaah itu harus bisa mandiri, artinya tidak terlalu mengandalkan pembimbing atau petugas. Sehingga mulai saat ini kita arahkan supaya mandiri dalam jadwal manasik. Kemudian kita juga mengarahkan ke fiqih kesehatan, jadi jamaah itu bisa mulai menjaga kesehatan dari sekarang. Karena sampai saat ini banyak jamaah yang sampai di sana malah sakit. Mudah-mudahan dengan dipersiapkan dari sekarang, jamaah itu bisa tetap sehat sesampainya di sana dan pulang pun dalam keadaan sehat,” pungkasnya.









