Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah), Bupati Cianjur (kiri). (Foto : Ali).
Cianjur | Peringatan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Cianjur pada Minggu (12/7/2026) berlangsung khidmat di Ruang Sidang Paripurna DPRD Cianjur. Namun, di balik suasana seremonial, hadir momen istimewa yang dinanti puluhan tahun warga.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan “hadiah” paling berharga: rampungnya akses jalan menuju Kecamatan Cikadu daerah yang dulu menjadi simbol keterisolasian.
“Ini hadiah termahal buat masyarakat Cianjur. Dulu Cikadu aksesnya paling berat, sekarang alhamdulillah sudah mulus. Patut kita syukuri bersama,” tegas Dedi usai rapat paripurna.
Kehadiran orang nomor satu di Jabar itu diwarnai prosesi adat Sunda yang sarat makna, sekaligus menegaskan penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi, Forkopimda, dan Kabupaten Cianjur.
Hadir pula Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati Abi Ramzi, Ketua DPRD Metty Tri Latifah, Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi, hingga tokoh masyarakat dan kepala OPD.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan kekagumannya pada “kesempurnaan” Cianjur yang jarang dimiliki daerah lain. Gunung, laut, danau, produk pertanian unggulan, kawasan industri, hingga kuliner legendaris semua ada di sini.
“Cianjur eksotis. Bahkan dari dulu abadi lewat lagu ‘Semalam di Cianjur’. Tinggal bagaimana kita kelola, lakukan branding dan rebranding terus-menerus,” ujarnya.
Tiga pesan strategis pun ia titipkan langsung kepada Bupati Wahyu Ferdian. Pertama, kebersihan lingkungan harus jadi panglima. Kedua, perluasan akses pendidikan, terutama di Cianjur Selatan. Dedi bahkan siap membangun sekolah jika lahan disediakan kabupaten.
“Anak-anak di Cianjur Selatan harus didorong mengenyam pendidikan. Identifikasi daerah yang jauh dari sekolah. Kalau ada lahan dari kabupaten, provinsi siap bangun,” janjinya.
Ketiga, percepatan penyesuaian tata ruang agar potensi besar Cianjur bisa dimaksimalkan secara berkelanjutan.
Rapat paripurna mengusung tema “Ruhui Rahayu Raksa Raharja” hidup rukun, damai, sejahtera, serta menjaga keharmonisan untuk kebesaran daerah. Tema ini menjadi refleksi perjalanan panjang 349 tahun sekaligus modal semangat membangun.
Menutup acara, Bupati Wahyu Ferdian menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian dan arahan Gubernur.
“Semoga semangat Ruhui Rahayu – Raksa Raharja benar-benar menjadi energi bersama membangun Cianjur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tuturnya penuh optimisme.
Dengan kado infrastruktur dan cetak biru pembangunan yang ditekankan langsung Gubernur, peringatan ke-349 ini menjadi titik balik bagi Cianjur untuk mengelola “kesempurnaan” yang telah lama dimilikinya.














