Evakuasi pohon tumbang, Babinsa Haurwangi Peltu Herman Suherman alami luka bakar. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Niat membantu membuka akses jalan yang terhalang pohon tumbang berujung musibah. Babinsa Desa Haurwangi, Peltu Herman Suherman, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh setelah api menyambar bahan bakar gergaji mesin saat dirinya berupaya mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Raya Haurwangi–Rajamandala, Kampung Pongpoklandak, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, sebuah pohon bungur berukuran besar tumbang hingga menghalangi arus lalu lintas dan menimpa kabel telepon. Pohon diduga tumbang akibat terpaan angin, sementara bagian bonggolnya telah keropos karena usia.
Saksi mata, Solihin (45), petugas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat, menuturkan bahwa dirinya menerima informasi dari warga mengenai pohon tumbang tersebut. Setibanya di lokasi, Solihin mendapati Peltu Herman sudah berada di sana dan berupaya mengevakuasi pohon menggunakan gergaji mesin atau chainsaw yang dipinjam untuk mempercepat penanganan.
Namun, di tengah proses pemotongan, musibah tak terduga terjadi. Saat Babinsa memegang ujung batang pohon, tutup tangki bahan bakar gergaji mesin terlepas hingga bahan bakar menyembur ke tubuhnya. Percikan api kemudian menyambar bahan bakar tersebut dan membakar tubuh Peltu Herman Suherman.
Melihat kejadian itu, Solihin bersama warga yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban.
Setelah api berhasil dipadamkan, korban segera dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Cipeuyeum merujuk korban ke RSUD Cianjur.
“Setelah api berhasil dipadamkan, Suherman langsung dievakuasi ke puskesmas. Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Cianjur,” tutur Solihin.
Sementara itu, Camat Haurwangi, Yadi Supriadi, membenarkan peristiwa tumbangnya pohon bungur tersebut. Menurutnya, pohon berukuran besar itu tumbang diduga akibat angin, ditambah kondisi bonggol yang telah keropos karena usia.
Yadi juga membenarkan bahwa Peltu Herman Suherman mengalami luka bakar saat membantu proses evakuasi pohon. Korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Cianjur setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Cipeuyeum.
Proses evakuasi pohon tumbang tetap dilanjutkan oleh petugas PU Bina Marga, pihak Kecamatan Haurwangi, anggota Polsek, personel Koramil Bojongpicung, aparatur Desa Haurwangi, serta warga setempat.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa penanganan pohon tumbang yang terlihat sederhana pun dapat menyimpan risiko serius, terutama ketika melibatkan penggunaan gergaji mesin, bahan bakar, dan jaringan kabel di sekitar lokasi.
Petugas gabungan terus berupaya menyingkirkan batang dan ranting pohon agar akses jalan kembali aman dan arus lalu lintas dapat berjalan normal.








