Cianjur Darurat Sampah, BEM PTNU Gelar Aksi dan Tuntut Evaluasi Total terhadap DLH. (Rian Sagita).
Cianjur | Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Cianjur (BEM PTNU Cianjur) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Rabu (30/4). Aksi ini sebagai bentuk protes keras terhadap krisis sampah, pencemaran lingkungan, dan buruknya kinerja pengelolaan lingkungan hidup di daerah tersebut.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap DLH Cianjur yang dinilai gagal menangani persoalan sampah dan pencemaran secara serius dan menyeluruh. BEM PTNU Cianjur menilai kondisi lingkungan di Cianjur kian darurat, sementara langkah konkret dari pemerintah daerah dan DLH belum menunjukkan perubahan signifikan.
Sebagai bentuk kritik simbolik, para mahasiswa membawa tumpukan sampah dari jalanan dan meletakkannya di depan kantor DLH. Aksi ini dimaksudkan sebagai pesan bahwa penumpukan sampah di tengah masyarakat merupakan bukti nyata lemahnya pengelolaan lingkungan oleh pemerintah daerah.
Dalam aksi tersebut, BEM PTNU Cianjur menyampaikan empat tuntutan:
1. Mendesak DLH Cianjur segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani krisis sampah serta pencemaran lingkungan.
2. Mendesak DLH Cianjur membuka data penggunaan anggaran dan realisasi program penanganan sampah secara transparan kepada publik.
3. Mendesak Bupati Cianjur melakukan evaluasi total terhadap struktur dan kinerja DLH Cianjur.
4. Mendesak aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan dan penggunaan anggaran DLH Cianjur guna mengusut dugaan penyimpangan dan pemborosan.
Koordinator Daerah BEM PTNU Cianjur, Fauzi Rohmat, menegaskan aksi ini merupakan bentuk kemarahan sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
“Persoalan sampah di Cianjur hari ini bukan lagi persoalan kecil, tetapi sudah menjadi kondisi darurat yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kami menilai DLH gagal menghadirkan langkah serius dan efektif. Karena itu, kami hadir membawa suara rakyat dan menuntut tanggung jawab pemerintah,” tegas Fauzi.
Ia menambahkan, aksi simbolik membawa tumpukan sampah ke depan kantor DLH merupakan kritik agar pemerintah daerah tidak menormalisasi krisis sampah.
“Jika sampah dibiarkan menumpuk di jalanan dan lingkungan warga, maka pejabat juga harus melihat langsung wajah kegagalan pengelolaan tersebut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari buruknya tata kelola lingkungan,” tambahnya.
BEM PTNU Cianjur menegaskan aksi ini sebagai bentuk kontrol sosial dan komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan lingkungan yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta keselamatan lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur.
Satu suara, satu gerakan, selamatkan Cianjur lawan kerusakan kawal anggaran selamatkan lingkungan.










