Bupati Cianjur Musnahkan 126.487 Rokok Ilegal di HUT Satpol PP Ini Tugas Kita Bersama. (Foto: Ali).
Cianjur | Puluhan ribu batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman keras ludes dalam sekejap. Itulah sorotan utama peringatan HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar), dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Lapangan Desa Sabandar, Kecamatan Karang Tengah, Kamis (30/4/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa digelar di pusat kota, kali ini acara sengaja digelar di tengah masyarakat. Tujuannya? Mendekatkan pelayanan aparatur penegak Peraturan Daerah (Perda) sekaligus menunjukkan langsung kepada wujud komitmen mereka dalam melindungi warga.
Ratusan personel tampak kompak mengikuti apel gabungan yang dilanjutkan dengan atraksi ketangkasan memukau. Namun, yang paling menyita perhatian adalah pemusnahan 6.324 bungkus rokok ilegal (setara 126.487 batang) dan 1.756 botol minuman keras (total 1.317 liter) dari berbagai merek. Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, bersama jajaran Forkopimda langsung memusnahkan barang bukti hasil operasi penegakan Perda tersebut.
“Operasi tak pernah berhenti, bahkan terus digalakkan saat Ramadan lalu,” tegas Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo.
Mengapa rokok ilegal dan miras menjadi sasaran utama? Rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak, tetapi juga tidak melalui uji kesehatan dan kandungan zat. Sementara miras, jika dikonsumsi tanpa pengawasan, menjadi pemicu utama gangguan ketertiban, kriminalitas, bahkan tindak kekerasan dalam keluarga.
Bupati Wahyu Ferdian pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel. Ia juga membocorkan sebuah rencana besar: kajian serius pemisahan sektor tugas antara Satpol PP dan Damkar ke depan.
“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah. Cianjur sangat luas, kami terus menambah alat-alat dan armada kendaraan pemadam. Ini demi keselamatan kita semua,” ujar Bupati dengan penuh tekad.
Acara ini juga menjadi momen istimewa bagi Satlinmas. Penghargaan diberikan kepada para petugas perlindungan masyarakat terbaik. Mereka adalah “mata dan telinga” keamanan di tingkat desa/kelurahan, yang selama ini bahu-membahu menjaga ketertiban lingkungan, membantu penanganan bencana, dan menjadi garda terdepan keamanan swakarsa.
“Mari kita sadari, keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas Satpol PP, Damkar, atau Satlinmas. Ini adalah tugas kita bersama, tugas seluruh masyarakat, ” pungkas Djoko Purnomo mengajak.
Peringatan HUT kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi momentum penguatan sinergi antara aparatur dan warga. Harapannya, ke depan, peredaran barang ilegal bisa ditekan, kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran meningkat, dan lingkungan yang aman, tertib, serta nyaman bisa terwujud di seluruh pelosok Kabupaten Cianjur.














