Banjir Bandang Terjang Desa Girimukti, 11 Rumah Rusak dan Terendam. (Foto: Zenal Mustari).
Cianjur | Banjir bandang melanda Kampung Cimangu RT 02 RW 04, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Bencana ini mengakibatkan 11 rumah warga terdampak, dengan rincian 3 unit rumah mengalami rusak berat dan 8 unit lainnya terendam air. Selain itu, akses jembatan penghubung di lingkungan setempat juga rusak akibat terjangan air deras.
Koordinator Lapangan (Korcam) Retana Kecamatan Campaka, Romi (45), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hujan dengan intensitas sangat deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi penyebab utama banjir bandang.
“Kejadian berlangsung cepat sekitar pukul 21.30 WIB. Air tiba-tiba naik dan merendam rumah warga, bahkan merusak jembatan lingkungan. Kami bersama tim langsung melakukan upaya evakuasi mandiri,” ujar Romi saat dihubungi, Kamis malam.
Hingga pukul 23.05 WIB, laporan resmi kejadian diterima oleh pihak berwenang. Kerugian material akibat banjir bandang ini ditaksir mencapai Rp300 juta, meliputi kerusakan rumah, jembatan, serta ternak warga.
Romi menjelaskan bahwa hingga saat ini penanganan masih terbatas pada upaya mengungsikan warga terdampak ke tempat yang lebih aman. Belum ada bantuan logistik atau perbaikan infrastruktur yang dapat dilakukan karena kondisi lokasi yang masih sulit dijangkau.
“Kami baru bisa mengungsikan warga dulu. Belum ada penanganan lebih lanjut karena akses jembatan putus. Mudah-mudahan besok bantuan segera turun,” tambahnya.
Sejumlah personil gabungan telah turun melakukan assessment di lokasi kejadian, antara lain:
· Kanit Provost Polsek Campaka
· Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Campaka
· Korcam Retana Kecamatan Campaka (Romi)
· Kordes Retana Desa Girimukti
· Kepala Desa Girimukti beserta perangkat desa setempat.
Romi berharap adanya koordinasi cepat dari pemerintah kabupaten untuk menangani dampak banjir, mengingat akses jalan lingkungan yang terputus dapat menghambat distribusi bantuan dan evakuasi lebih lanjut.
“Kami minta perhatian serius. Jembatan rusak, akses warga terhambat. Jika hujan masih deras, dikhawatirkan banjir susulan terjadi,” pungkasnya.











