Banjir Bandang Rendam 31 Rumah, 15 Unit Rusak Berat

Salah satu rumah warga yang mengalami rusak berat akibat banjir bandang di Mande. (Foto: Sam Apip)

Cianjur | Intensitas hujan yang cukup deras dan lama mengguyur kawasan Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebabkan aliran sungai meluap dan mengakibatkan banjir bandang yang merendam pemukiman warga Kampung Cibolang, Desa Jamali, pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada siang hari setelah salat Jumat, langit terlihat cerah namun terik matahari terasa cukup panas. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB langit mulai gelap tertutup awan hitam, dan pada pukul 15.00 WIB hujan turun deras disertai suara gemuruh petir.

Selang beberapa menit, banjir bandang datang membawa sampah kayu dan lumpur dari luapan air sungai yang langsung masuk ke pemukiman warga. Rumah-rumah warga dan tempat ibadah terendam banjir setinggi satu meter di dalam rumah, ujar Mahmudin (45), warga setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, menambahkan bahwa banjir kali ini memiliki intensitas yang lebih besar dibanding kejadian sebelumnya. Air mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB. “Debit air sekarang lebih besar dari yang kemarin, jadi dampaknya juga lebih terasa,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, kurang lebih 31 rumah terdampak dengan total 97 jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 15 rumah mengalami kerusakan berat akibat dinding jebol diterjang derasnya arus air yang membawa material dari hulu. Sementara sisanya mengalami kerusakan ringan.

Selain merusak bangunan, banjir juga menghanyutkan berbagai barang milik warga seperti mesin cuci, tempat tidur, hingga perabotan rumah tangga lainnya. Warga yang sebelumnya baru saja selesai membersihkan rumah pasca banjir terdahulu, kini kembali harus menghadapi kerusakan serupa.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar meskipun belum dapat ditaksir secara pasti.

“Kerugian sementara lebih banyak pada barang-barang rumah tangga, seperti pakaian, alat masak, dan peralatan lainnya yang terendam atau hanyut,” ungkapnya.

Diduga, banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta limpasan air dari wilayah hulu, termasuk dari daerah Cipanas yang juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Saat ini, pemerintah desa bersama warga setempat bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum dan menyediakan makanan siap saji bagi para korban. Bantuan makanan diberikan dua kali sehari dan direncanakan akan ditingkatkan menjadi tiga kali, mengingat warga belum bisa beraktivitas normal akibat peralatan rumah tangga yang rusak atau hilang.

“Untuk sementara, kami fokus menyediakan makanan. Warga juga gotong royong membantu, termasuk para pengusaha sekitar yang turut menyumbang sembako,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *