Jasad Odang sesaat setelah ditemukan mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kamar mandi rumahnya. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Odang (31), warga Kampung Ciselang RT 04/07 Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 18.20 WIB, korban masih berbincang dengan istrinya sambil tiduran menemani anak bungsunya. Karena tak kuat menahan kantuk, istrinya pun tertidur lelap.
Tak disangka, sekitar pukul 20.15 WIB, Odang ditemukan sudah tak bernyawa dalam keadaan gantung diri menggunakan tambang plastik yang diikatkan ke leher dan disangkutkan ke balok atap bangunan rumah, tepatnya di kamar mandi.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh ibu kandungnya, Eti (60).
Melihat kejadian itu, sontak Eti pun menjerit meminta pertolongan kepada tetangga. Namun, seluruh tetangga tidak ada yang berani menurunkan jasad Odang karena kejadian tersebut sangat sensitif dan harus menunggu izin dari pihak kepolisian.
Tak lama kemudian, jajaran Polsek Bojongpicung, Pemerintah Desa Cihea, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tenaga medis dari Puskesmas terdekat datang ke lokasi. Jasad Odang kemudian diturunkan dan dilakukan pemeriksaan bagian luar.
Berdasarkan pemeriksaan tim medis, kematian Odang murni akibat gantung diri. Hal itu diketahui dari sejumlah ciri, di antaranya keluar sperma, anus terbuka, dan lidah menjulur.
Selain itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi ke RSUD Cianjur dan telah menerima bahwa kejadian tersebut merupakan takdir dari Illahi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Odang meninggal dunia murni karena gantung diri. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi ke RSUD Cianjur, karena kejadian itu sudah merupakan takdir dari Illahi,” ungkap Deni, Kasi Trantib Desa Cihea.










