Komisi 4 DPRD Cianjur Serang Balik Kebijakan Pemda: Jangan Korbankan Rakyat Miskin demi Anggaran Lain!

Komisi 4 DPRD Cianjur Serang Balik Kebijakan Pemda: Jangan Korbankan Rakyat Miskin demi Anggaran Lain!. (Foto : Ist).

Cianjur, metropuncak.com | Langkah Pemerintah Daerah Cianjur yang nekat mengalihkan anggaran program kesehatan rakyat (UHC) ke pos-pos lain menuai kecaman keras. Komisi 4 DPRD Cianjur tak hanya menyayangkan, tetapi melayangkan kritik tajam kebijakan ini dinilai mengancam nyawa ratusan ribu warga kurang mampu.

Ketua Komisi 4, Rian Purwa Wiwitan, dengan tegas menyuarakan keprihatinannya di hadapan awak media, Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, di tengah gempuran pemangkasan dana transfer pusat, justru program perlindungan kesehatan yang menjadi benteng terakhir bagi warga miskin dan rentan malah dikorbankan.

Data yang dihimpun Komisi 4 menunjukkan fakta mencengangkan dari total warga sasaran penerima jaminan kesehatan, masih ada sekitar 300 ribu jiwa yang hingga kini belum tersentuh kepesertaan UHC.

Bayangkan, 300 ribu jiwa, sebagian besar dari kelompok desil 1 hingga 5 hidup dalam ketidakpastian akses berobat.

“Ini bukan angka kecil. Ini adalah wajah-wajah ibu hamil, anak balita, dan lansia yang setiap hari berjuang hidup. Seharusnya ini jadi alarm, bukan justru alasan untuk memotong anggaran kesehatan demi menambal defisit di sektor lain,” ujar Rian dengan nada tegas.

Ia pun menekankan, meski kondisi keuangan daerah terbatas, prioritas utama harus tetap berpihak pada kepentingan publik. Solusinya bukan mengurangi porsi UHC, melainkan melakukan efisiensi pada anggaran-anggaran yang tidak mendesak.

“Kami paham, anggaran terbatas. Tapi jangan pernah menyentuh dana yang menjadi nadi pelayanan kesehatan. Kalau harus berhemat, hematlah dari pos-pos yang tidak langsung dirasakan rakyat, bukan dari biaya hidup mereka yang paling dasar,” imbuhnya.

Komisi 4 berharap Pemkab Cianjur segera meninjau ulang kebijakan ini dan mengembalikan alokasi UHC pada porsi semula.

“Ketika 300 ribu orang kehilangan akses kesehatan, bukan hanya nasib mereka taruhannya, tetapi juga masa depan pembangunan manusia di Bumi Gemah Ripah ini,” tutup dan harapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *