Tekan Penurunan Angka Stunting Pemdes Cidadap Campaka Menggelar Rembuk Warga. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur | Pemerintah Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur sukses menurunkan angka kasus stunting secara drastis hingga di bawah 1 persen pada tahun 2026. Keberhasilan ini dibahas dalam kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Rest Area Bumdes Desa Cidadap, Kamis (4/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Campaka, Kepala UPTD Puskesmas Campaka dr. Tito, Kepala P5A Campaka, Kapolsek, Danramil, Pendamping Desa, Ketua PKK Desa Cidadap, kader Posyandu, BPD, perangkat desa, serta seluruh Ketua RT dan RW.
Kepala Desa Cidadap, Budiman, mengungkapkan bahwa penanganan stunting di wilayahnya menunjukkan progres yang sangat positif. Pada tahun 2018, angka stunting di Desa Cidadap sempat menyentuh angka 30 persen.
“Alhamdulillah, sekarang 1 persen pun tidak ada. Kalau dihitung jumlahnya, paling hanya tinggal empat anak,” ujar Budiman di sela-sela kegiatan.
Menurut Budiman, penurunan drastis ini merupakan hasil dari sosialisasi masif kepada ibu hamil dan menyusui, serta pemberian Makanan Tambahan (PMT) bernutrisi.
Selain itu, kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi masyarakat kategori B3 juga direspon sangat baik dan sangat membantu pemenuhan gizi di Posyandu.
Meski sukses menekan angka stunting, Budiman tidak menampik adanya kendala anggaran, khususnya terkait insentif kader Posyandu. Efisiensi Dana Desa (DD) yang mencapai hampir 80 persen membuat pihak desa belum bisa mengakomodir insentif tersebut.
“Kami sangat berharap minimal ada bantuan insentif untuk para kader ini dari pemerintah kabupaten,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Pendamping Desa Kecamatan Campaka, Uup, menegaskan bahwa penanganan stunting tetap menjadi poin prioritas utama dalam alokasi program desa tahun 2026. Fokus utama terletak pada penyediaan PMT, pembinaan kader, dan akurasi target sasaran.
“Kami bekerja sama dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di setiap desa. Semua data dipastikan fix dan kami melakukan pemantauan intensif setiap bulan,” jelas Uup.
Uup menambahkan, infrastruktur penunjang kesehatan di Kecamatan Campaka sudah sangat memadai. Saat ini, 90 persen fasilitas sarana MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan Posyandu di wilayah Campaka telah terealisasi.
Secara akumulatif, angka stunting di tingkat Kecamatan Campaka kini berada di bawah 0,5 persen. Fluktuasi angka tersebut terus dipantau, mengingat stunting sangat dipengaruhi oleh faktor usia, tingkat ekonomi, serta pemahaman warga terhadap pola makan sehat.
Kehadiran program intervensi seperti MBG terbukti efektif meningkatkan partisipasi warga untuk aktif datang ke Posyandu.














