Saat Ojek Pangkalan Digerus Zaman, Kapolres Cianjur Bawa Angin Segar: Aplikasi Khusus untuk Driver PMOC!

Saat Ojek Pangkalan Digerus Zaman, Kapolres Cianjur Bawa Angin Segar: Aplikasi Khusus untuk Driver PMOC!. (Foto : Rians).

Cianjur, metropuncak.com | Di balik hiruk-pikuk kemacetan dan gemerlap layar ponsel pemesan ojek online, ada kisah lain yang lebih sunyi. Kisah para pengemudi ojek pangkalan yang masih setia menunggu di bawah terik matahari atau rintik hujan, dengan kantong tipis dan harapan yang tak pernah padam.

Kondisi itulah yang menyentuh hati Kapolres Cianjur, AKBP Alexander, saat ia menyambangi Pangkalan Ojek Ampera pada Kamis (27/8/2026). Bukan sekadar kunjungan biasa, momen ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat dengan para driver yang tergabung dalam Paguyuban Motor Ojek Cianjur (PMOC).

Namun, di balik senyum dan jabat tangan, ada keluhan yang mengiris. Ade, salah satu pengemudi, dengan jujur mengaku penghasilannya hanya cukup untuk sekadar “ngemil” sehari.

“Kadang cuma Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Kalau dapat Rp50 ribu itu sudah seperti rezeki nomplok, biasanya cuma pas ada order borongan,” ujarnya lirih.

Pernyataan itu langsung menyadarkan Alexander. Bagaimana tidak, di saat ojek online banjir pesanan, para pangkalan justru harus berjuang ekstra keras. Tanpa pikir panjang, Kapolres yang akrab disapa Alexander ini pun mencetuskan ide yang menggebrak: membangun aplikasi khusus untuk driver PMOC!

“Kita tidak bisa membiarkan mereka tergerus zaman. Mereka punya pengalaman dan keakraban dengan jalanan yang tidak kalah. Mereka hanya perlu akses,” tegas Alexander di hadapan para driver.

Gagasan ini disambut haru oleh para pengemudi. Bagi mereka, aplikasi itu bukanlah sekadar alat, melainkan jembatan kehidupan. Sebab, di setiap tetes keringat yang mengucur, ada istri dan anak di rumah yang menunggu kepulangan dengan sekantong beras dan segenggam harapan.

Tak hanya soal ekonomi, dalam pertemuan yang penuh keakraban itu, Ketua Umum PMOC, Elan Jaelani, juga menyampaikan rencana perayaan Milangkala PMOC ke-16. Tanpa ragu, Alexander menyatakan dukungan penuh.

“Kegiatan PMOC adalah kegiatan kita bersama. Ini adalah bagian dari masyarakat, dan itu juga bagian dari Polres,” tandasnya.

Pertemuan sederhana di Pangkalan Ampera itu pun berubah menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan. Bukan dengan senjata, melainkan dengan gagasan. Ada angin segar yang berembus di antara asap knalpot dan deru mesin sebuah harapan agar para pengemudi ojek pangkalan tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga naik kelas.

Karena di balik setiap pengemudi yang duduk termenung di pangkalan, ada mimpi yang menunggu untuk diantar sampai tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *