Ribuan Warga Cianjur Satu Komando! Apel Kebangsaan Tunjukkan Tekad Bela NKRI Hingga Titik Darah Penghabisan. (Foto : A Suryana).
Cianjur, metropuncak.com | Detak kemerdekaan terasa begitu kuat di penghujung jalan depan Mapolres Cianjur, Jumat (14/8/2026). Ribuan pasang mata dari berbagai penjuru daerah memandang ke arah yang sama, menyatukan langkah dalam Apel Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat untuk Indonesia” yang digelar serentak oleh Polres Cianjur, Kodim 0608, dan Pemerintah Daerah setempat.
Bukan sekadar baris-berbaris biasa, apel kali ini menjelma menjadi lautan semangat yang menyatukan mahasiswa, pemuda, ormas, LSM, hingga jajaran instansi pemerintahan. Mereka datang bukan sebagai individu, melainkan sebagai satu keluarga besar yang siap memayungi bendera Merah Putih.
Di balik panggung utama, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menyampaikan dua pesan penting yang menggema di antara para peserta. Pertama, ia ingin menegaskan bahwa Cianjur bukan sekadar kota di peta, melainkan “ruang keluarga” yang turut bernapas dalam gelora HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, poin kedua-lah yang paling menggetarkan. Dengan suara lantang, Kapolres menegaskan bahwa seluruh warga Cianjur telah siap menggadaikan segalanya untuk keutuhan NKRI.
“Kami ingin mendeklarasikan kepada siapa pun, bahwa masyarakat Cianjur sebagai sebuah keluarga siap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan risiko apa pun,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Agustus sebagai bulan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga penuh refleksi dan semangat juang. Ia mengingatkan betapa mahalnya harga selembar kain merah putih di masa lalu yang ditebus dengan nyawa para pahlawan.
“Para pendahulu kita harus berkorban nyawa hanya untuk mengibarkan bendera. Tahun ini, Insya Allah, kita tinggal mengibarkannya dengan penuh rasa syukur. Maka mari kita sama-sama meriahkan bulan Agustus sebagai bulan kemenangan bangsa!” pungkasnya, disambut gemuruh semangat dari ribuan peserta.
Apel kebangsaan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan rakyat Cianjur bukan sekadar wacana. Di usia kemerdekaan yang ke-81, mereka menunjukkan bahwa persatuan adalah tameng terkuat, dan kedaulatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar.













