Reses DPR di Gekbrong: Dari Lonjakan Desil PKH hingga Status Lahan Desa Wisata

Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran. (Foto : SMR).

Cianjur, metropuncak.com | Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran, menggelar sosialisasi Program Prioritas Presiden Tahun 2026 bersama Kementerian Sosial RI di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam masa reses tersebut tidak hanya mensosialisasikan program, tetapi juga menyerap keluhan warga, terutama soal data penerima bantuan sosial.

Dalam kunjungan itu, Isfhan menjelaskan dua program utama yang disosialisasikan, yakni program Sekolah Rakyat dan penguatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Salah satu isu yang mencuat adalah perbaikan data desil penerima PKH. Isfhan menyampaikan adanya keluhan warga terkait lonjakan angka desil yang dinilai tidak wajar, misalnya dari desil 2 naik ke desil 7.

Setelah ditelusuri, salah satu penyebabnya adalah data yang mencatat kepemilikan dua unit kendaraan bermotor dalam satu Kartu Keluarga yang belum terverifikasi dengan benar.

“Untuk memastikan kebenaran datanya,” ujar Isfhan, ia meminta perangkat desa, pendamping PKH, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat berkoordinasi melakukan perbaikan data selama masa penyesuaian masih dibuka. Harapannya, bantuan benar-benar tepat sasaran.

Isfhan juga membahas rencana pengembangan desa wisata di wilayah tersebut yang berada di atas lahan milik PTPN. Ia menegaskan perlunya koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait proses pelepasan hak tanah.

“Saya minta salinan surat yang sudah dikirim sebelumnya, agar bisa saya tindak lanjuti langsung ke instansi terkait,” katanya.

Di akhir acara, Isfhan mengingatkan para pendamping PKH dan perangkat desa untuk menurunkan ego sektoral dan bekerja sama dalam pendataan agar bantuan tidak jatuh kepada warga yang sudah mampu. Ia juga meminta masyarakat berhati-hati menjaga dokumen pribadi.

“Dalam pendataan, pastikan yang menerima bantuan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Dan jaga data pribadi Anda, jangan mudah menyerahkan KTP kepada pihak yang tidak jelas,” pesan Isfhan di hadapan ratusan warga yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *