Ratusan Yatim Piatu dan Dhuafa Terima Santunan dari MBK dan Baznas Jawa Barat. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com, – Sebanyak 248 anak yatim piatu dan dhuafa menerima bantuan sosial berupa sembako, tas sekolah, uang tunai, alat bantu dengar, tongkat jalan, dan kacamata baca. Santunan bakti sosial tersebut diberikan oleh PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini dipusatkan di Aula Kantor Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Acara berlangsung tertib, aman, dan lancar, dengan dihadiri oleh unsur Forkopimcam Haurwangi, para kepala desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.
Asisten Regional Manager Region 4 didampingi Supervisor Wilayah Cianjur Utara PT MBK Cianjur, Deti dan Dwi Mayangsari, menjelaskan bahwa pemberian santunan ini merupakan program tahunan PT MBK dan Baznas Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kerja sama ini berjalan erat karena setiap penyaluran zakat mal melalui Baznas akan dikembalikan lagi kepada PT MBK untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Di Kecamatan Haurwangi, kami menargetkan penyaluran zakat untuk 140 anak yatim, pemberian kacamata baca bagi 50 lansia, alat bantu dengar untuk 10 orang, tongkat jalan untuk 10 orang, serta sembako untuk 30 dhuafa. Semua diberikan secara gratis,” ujar Deti.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya kegiatan serupa telah dilakukan di wilayah Pacet-Cipanas dan Cianjur Selatan. Ke depan, program akan difokuskan pada warga di wilayah Cianjur bagian Utara.
Sementara itu, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional II Jawa Barat, Ny. Rahmatul, turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut. Ia menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang baik dan benar. Ia juga mengapresiasi PT MBK yang dinilai taat membayar zakat mal melalui Baznas Provinsi Jawa Barat.
“Kami mengimbau seluruh warga agar tidak tergiur dengan pinjaman uang ilegal atau tidak jelas, seperti Pinjaman Online (Pinjol) dan Judi Online (Judol). Selain membuat kecanduan, aktivitas tersebut juga dapat merusak kondisi ekonomi secara perlahan,” tegasnya.
“Kami harap seluruh warga Kecamatan Haurwangi menjauhi permainan judol dan pinjol, karena dapat merusak mental dan keuangan keluarga,” pungkasnya.














