Panitia Pilkades Mekargalih Gelar Simulasi Tahapan Pemungutan Suara Digital. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar simulasi tahapan pemungutan suara dalam Pilkades Serentak berbasis digital, Sabtu (3/10/2026).
Simulasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan persiapan panitia sekaligus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara menggunakan sistem digital.
Dalam kegiatan tersebut, panitia melibatkan sekitar 10 orang warga yang merupakan perwakilan dari setiap RT di Desa Mekargalih. Para perwakilan warga tersebut diharapkan dapat meneruskan informasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya, khususnya warga yang tidak berkesempatan mengikuti simulasi secara langsung.
Ketua Panitia Pilkades Mekargalih, Wawan Abdul Wahid, mengatakan bahwa simulasi dilakukan agar masyarakat yang nantinya memiliki hak pilih tidak mengalami kebingungan saat pelaksanaan Pilkades Serentak berbasis digital.
Menurutnya, sosialisasi dan simulasi menjadi bagian penting karena sistem pemilihan secara digital perlu dipahami masyarakat sebelum hari pencoblosan.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan simulasi tata cara pemilihan Pilkades digital. Tujuannya supaya pada pelaksanaannya nanti para pemilih tidak kebingungan dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih calon kepala desa,” ujar Wawan.
Ia menjelaskan bahwa simulasi yang dilaksanakan panitia juga disesuaikan dengan mekanisme dan waktu pelaksanaan pemungutan suara yang telah ditentukan. Proses pemungutan suara nantinya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.
Dengan adanya simulasi tersebut, panitia berharap seluruh tahapan pemungutan suara dapat berjalan tertib, lancar, dan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.
Selain melibatkan perwakilan warga, seluruh anggota Panitia Pilkades Mekargalih juga telah terlebih dahulu mengikuti simulasi. Hal itu dilakukan agar setiap anggota panitia memahami secara menyeluruh mekanisme pemilihan dan mampu memberikan penjelasan apabila masyarakat mengajukan pertanyaan.
“Seluruh anggota panitia sejak awal sudah melakukan simulasi. Sebab, kami harus memahami mekanismenya supaya bisa menjawab ketika ada masyarakat yang bertanya, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Panitia berharap rangkaian sosialisasi dan simulasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meminimalkan kendala teknis pada saat pelaksanaan Pilkades Serentak berbasis digital di Desa Mekargalih.














