Operasi Ketupat Lodaya 2026, Ribuan Personel Gabungan Disiapkan. (Foto: Rian Sagita).
Cianjur | Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Cianjur menyiapkan ribuan personel gabungan. Kesiapan ini ditandai dengan gelar apel gabungan yang dihadiri langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Perdian, Komandan Kodim 0608 Cianjur, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur.
Bertempat di Lapangan Markas Komando (Mako) Polres Cianjur, apel tersebut menjadi ajang konsolidasi seluruh kekuatan. Usai memimpin apel, Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menyampaikan bahwa sebanyak dua per tiga personel Polri akan ditempatkan lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami akan mendirikan belasan Pos Pengamanan (Pospam), belasan Pos Pelayanan (Posyan), dan satu Pos Terpadu. Pos Terpadu ini nantinya akan diisi bersama oleh berbagai institusi seperti Pramuka, Basarnas, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta Kodim,” ujarnya.
Kapolres menegaskan, seluruh kendaraan operasional juga akan dikerahkan secara maksimal.
“Kendaraan kami akan dikeluarkan semua. Personel dari Cianjur akan mengamankan masyarakat Cianjur, dan personel dari luar Cianjur juga akan kami kerahkan untuk kepentingan pengamanan di mana pun mereka bertugas,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan menjelang dan pasca Lebaran, berbagai fasilitas, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat, telah disiapkan. Hal ini tidak hanya untuk menjaga keamanan dan keselamatan, tetapi juga untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Mengenai penegakan hukum terhadap travel gelap, Kapolres menyatakan akan melakukannya dengan mengedepankan keadilan.
“Kita harus bertanya, mengapa masyarakat lebih memilih travel gelap. Pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan, namun aturan tetap harus ditegakkan secara proporsional dan berimbang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pembatasan kendaraan berat akan mulai diberlakukan esok hari di jalur alternatif (alteri).
“Kendaraan dengan sumbu lebih dari dua atau roda enam ke atas tidak diperbolehkan melintas, kecuali untuk kepentingan darurat seperti pengangkutan kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan alat kesehatan. Masyarakat dapat melaporkan segala sesuatu melalui nomor 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam nonstop. Kami akan mengawal penuh pelaksanaan operasi ini mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran,” tambahnya.
Masih dilokasi yang sama, Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menambahkan bahwa operasi gabungan yang melibatkan seluruh institusi se-Kabupaten Cianjur ini akan berlangsung selama 13 hari.
“Hari ini adalah apel gabungan Operasi Ketupat tahun 2026 yang terdiri dari seluruh institusi se-Kabupaten Cianjur, yakni TNI-POLRI, BPBD, Dishub, Satpol-PP, PMI, Damkar, dan lain sebagainya. Operasi ini akan dilaksanakan selama 13 hari. Semoga berjalan lancar dan semoga seluruh pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat,”tambahnya.














