KOPRI PMII Cianjur Layangkan Mosi Tidak Percaya ke DPPKBP3A. (Foto : Rians).
Cianjur | Korp Pergerakan PMII Putri (KOPRI) PC PMII Cianjur menyatakan kekecewaan mendalam terhadap DPPKBP3A. Mereka resmi melayangkan mosi tidak percaya kepada dinas tersebut.
Kekecewaan ini memuncak setelah agenda audiensi resmi mereka diabaikan. Padahal, surat jadwal sudah masuk sejak satu minggu lalu. Kedatangan pengurus KOPRI tidak disambut oleh Kepala Dinas maupun Kepala Bidang. Mereka hanya ditemui oleh staf yang tidak bisa mengambil kebijakan.
“Kami merasa sangat dilecehkan secara kelembagaan. Saat kami datang, Kepala Dinas dan para Kepala Bidang kompak tidak ada. Kami hanya ditemui staf yang tidak tahu apa-apa. Ini bukti dinas tidak serius menangani isu perempuan dan anak,” tegas Ketua KOPRI PC PMII Cianjur.
Pelayanan Buruk dan Biroskrasi BobrokAudiensi ini awalnya bertujuan untuk membahas isu perlindungan perempuan dan anak. Namun, agenda ini justru berujung pada kekecewaan besar. KOPRI menilai DPPKBP3A sengaja menghindari ruang diskusi bersama mahasiswa.
Sikap acuh tak acuh ini dinilai mencerminkan buruknya tata kelola birokrasi. Hal ini juga menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap hak perempuan dan anak.
Tiga Poin Pernyataan Sikap KOPRI PC PMII mengecam sikap limpinan dinas menyayangkan Kepala Dinas dan Kabid yang terkesan sengaja menghindar, kemudian menyatakan mosi tidak percaya karena dinas dinilai gagal dan tidak kooperatif dan birokrasi Bobrok mengkritik buruknya komunikasi internal dinas yang melanggar komitmen jadwal.
KOPRI menegaskan tidak akan tinggal diam. Jika tidak ada klarifikasi resmi dan permohonan maaf dari Kepala Dinas, mereka siap melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPPKBP3A.








