Bupati Cianjur dr Mohamad Wahyu Ferdian (Kanan kemeja putih) tengah bertemu pemilik Rumah Makan Sate Keraton H Umar Said (Kiri menggunakan batik). (Foto : SMR).
Cianjur, metropuncak.com | Suasana semarak menyelimuti Jalan Ir H Djuanda, Desa Sukamanah, Cugenang, Cianjur, Senin (20/7/2026). Bupati Cianjur dr Mohamad Wahyu Ferdian, secara resmi membuka Rumah Makan Sate Keraton, sebuah investasi baru yang diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Kehadiran rumah makan bertema keraton ini disambut hangat oleh pemerintah daerah. Bupati Cianjur mengungkapkan rasa syukur atas datangnya investor baru di wilayahnya.
“Alhamdulillah hari ini Cianjur kedatangan lagi investor dari Pak H Umar yang telah membuka usaha Sate Keraton. Saya doakan semoga ke depan usahanya semakin maju,” ujar Bupati Cianjur.
Orang nomor satu di Cianjur itu menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif. Salah satu terobosan yang dijanjikan adalah kemudahan dalam pengurusan perizinan.
“Selaku pemerintah daerah, kami berkomitmen membuat suasana usaha yang sehat dan investasi akan semakin berkembang di Cianjur. Saat ini, kami pastikan Cianjur sudah bertransformasi, tidak ada lagi pungli-pungli atau mempersulit pengusaha,” tegasnya.
Dirinya juga menyatakan akan menindaklanjuti setiap pengusaha yang ingin membuka usaha dengan mempercepat proses perizinan. “Saya berharap usaha yang berdiri seperti ini, dapat menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar, sebagaimana yang telah dilakukan Rumah Makan Sate Keraton saat ini,” harapnya.
Menghadirkan Nuansa Keraton di Cianjur
Sementara itu, pemilik Rumah Makan Sate Keraton, H Umar Said, menjelaskan tujuan utama pendirian rumah makan ini adalah memperkenalkan cita rasa makanan dari kalangan pimpinan kepada masyarakat luas. Kini, masyarakat Cianjur tidak perlu jauh-jauh ke Cipanas untuk menikmati sate lezat.
“Saya berharap menu-menu ini bisa cocok untuk warga Cianjur. Kami juga ingin mengakomodir warga yang belum bekerja agar bisa ikut bekerja di lingkungan rumah makan ini,” ujar H Umar.
Nama “Keraton” dipilih bukan tanpa alasan. Hingga 50 persen menu yang disajikan adalah menu Jawa, sementara 50 persen lainnya menu nasional. Konsep ini diperkuat dengan arsitektur bangunan yang penuh sentuhan keraton.
“Jadi masyarakat yang ingin masuk ke keraton tidak usah jauh-jauh datang ke Solo. Sekarang di Cianjur sudah ada miniatur keraton, kita tinggal menikmatinya dengan biaya lebih murah, ditambah lagi seni-seni khas keraton,” jelasnya.
Menu Andalan Puluhan Jenis dengan Harga Kompetitif
Rumah Makan Sate Keraton menyuguhkan berbagai jenis sate sebagai menu andalan, mulai dari sate ayam, kambing, hingga sapi. Selain itu, tersedia pula garam asem, lontong tanjung, dan puluhan menu lainnya yang merupakan perpaduan masakan Jawa dan nasional.
“Semua kami sajikan dengan harga yang kompetitif dengan harapan supaya bisa terjangkau oleh masyarakat,” pungkas H Umar Said.
Dengan hadirnya Rumah Makan Sate Keraton, diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kuliner baru di Cianjur, tetapi juga menjadi simbol kemudahan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah tersebut.














