Khitanan Massal Gratis di Campaka, Dana Bersumber dari Surplus BUMDesmat. (Zenal Mustari).
Cianjur, metropuncak.com | Sebanyak 55 anak di Desa Campaka mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar di Aula BUMDes Campaka, Rabu (26/8/2026). Kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDesma) Campaka dengan Puskesmas Campaka.
Andri Ramadani, Kepala BUMDesma Campaka, mengungkapkan bahwa kegiatan khitanan massal ini sepenuhnya dibiayai dari anggaran surplus hasil usaha desa pada tahun 2025 yang baru dieksekusi pada bulan ini.
“Alhamdulillah, kami bisa menyelenggarakan khitanan massal berkat kerja sama dengan dinas sosial. Dana ini kami ambil dari surplus anggaran 2025,” ujar Andri di lokasi kegiatan.
Menurutnya, pagu anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini mencapai Rp 40 juta, dengan kuota peserta yang ditargetkan dari berbagai rukun warga (RW) di wilayah desa setempat.
Andri menjelaskan, BUMDesma Campaka sebenarnya telah berdiri sejak tahun 2009, yang saat itu merupakan realisasi dari program PNPM Mandiri. Kemudian, pada akhir tahun 2014, terjadi peralihan status dan pengelolaan, hingga akhirnya secara resmi berganti nama menjadi BUMDesma pada tahun 2023.
“Kucuran dana awal yang kami kelola sekitar Rp 1,8 miliar selama enam tahun pertama. Jika dikalkulasi hingga saat ini, total aset dan perputaran uang kami sudah mencapai angka Rp 5 miliar,” paparnya.
Bergerak di bidang keuangan, khususnya simpan pinjam, BUMDesma Campaka mengaku memiliki regulasi yang ketat dan teratur. Kondisi keuangan desa pun tergolong aman dan lancar. Saat ini, BUMDesma mencatat memiliki lebih dari 1.000 anggota yang terbagi dalam kelompok-kelompok usaha.
“Kelompok terkecil beranggotakan 5 orang, dan yang terbesar mencapai 20 orang. Kami menerapkan pembatasan pinjaman, dengan plafon maksimal Rp 5 juta per kelompok,” jelas Andri.
Di akhir wawancara, Andri berharap kegiatan sosial seperti ini bisa terus berlanjut.
“Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bisa lestari. Kami berharap simpanan (storage) anggota lancar, sehingga perekonomian desa terus berputar dan berkembang. Dengan begitu, kami bisa melakukan hal-hal yang jauh lebih positif lagi ke depannya,” pungkasnya.














