Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur Sambut Positif Rencana Digitalisasi Pilkades

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur Sambut Positif Rencana Digitalisasi Pilkades. (Foto : Lesmanaderi).

Cianjur, metropuncakm.com | Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, H. Lilis Boy, menyambut baik rencana penerapan sistem digitalisasi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, penggunaan teknologi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara dapat meningkatkan akurasi hasil pemilihan sekaligus meminimalisasi potensi kecurangan.

H. Lilis Boy mengatakan, keberhasilan pelaksanaan Pilkades digital sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya para operator yang akan menjalankan sistem tersebut di lapangan.

“Digitalisasi Pilkades saya kira merupakan langkah yang baik karena hasilnya bisa lebih akurat. Namun operatornya harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu agar memahami sistem yang digunakan. Dengan begitu kemungkinan terjadinya kecurangan dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu keunggulan sistem digital adalah kecepatan dalam penyajian hasil pemungutan suara. Ia menilai masyarakat dapat mengetahui hasil pemilihan dalam waktu relatif singkat setelah proses pencoblosan selesai.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, hasil pemilihan bisa langsung diketahui. Ini tentu menjadi salah satu keuntungan dari penerapan digitalisasi,” katanya.

Politisi Partai Demokrat tersebut berharap pelaksanaan Pilkades mendatang dapat menghasilkan kepala desa yang berkualitas dan memiliki komitmen kuat dalam membangun daerah serta melayani masyarakat.

“Saya berharap akan terpilih kepala-kepala desa yang bermutu dan mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Kepala desa harus menjadi pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan jabatan yang harus diperjualbelikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Lilis Boy mengakui bahwa penerapan sistem digital kemungkinan akan mengurangi suasana khas yang selama ini mewarnai proses penghitungan suara secara manual, yang sering kali menghadirkan ketegangan dan antusiasme masyarakat.

“Memang mungkin ada budaya atau euforia yang selama ini terasa saat penghitungan suara dilakukan secara manual. Ketika satu per satu surat suara dibuka, masyarakat merasakan ketegangan dan antusiasme tersendiri. Dengan sistem digital, suasana seperti itu mungkin akan berkurang,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menilai manfaat yang dihasilkan dari digitalisasi jauh lebih besar dibandingkan tantangan yang muncul. Karena itu, ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi langkah maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, efektif, dan modern.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah terbaik untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Cianjur. Dengan adanya digitalisasi, proses Pilkades akan semakin bermanfaat dan mampu mendukung terciptanya pemerintahan desa yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama