Kerja di Dapur MBG, Rizma Aulia Kurniawan Biayai Kuliah Sendiri

Rizma Aulia Kurniawan seorang mahasiswa Universitas Pamulang Tangerang sosok anak muda yang pantang menyerah ditengah sulitnya ekonomi. (Foto : Zenal Mustari).

Cianjur, metropuncak.com | Keterbatasan ekonomi tidak membuat Rizma Aulia Kurniawan (24) berhenti menempuh pendidikan tinggi.

Rizma merupakan Mahasiswi Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, itu memilih bekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa membiayai kuliah sendiri sekaligus membantu ekonomi keluarga.

Terhitung sejak 19 Agustus 2025, Rizma bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cianjur Campaka, Cianjur. Kehadirannya di dunia kerja menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk tetap kuliah sambil bekerja.

Rizma merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya yang telah pensiun dari dunia jurnalistik kini menjaga kios kecil untuk menyambung hidup. Kondisi itu membuat Rizma bertekad meringankan beban keluarga.

“Saya merasa sangat beruntung karena bisa kuliah sambil kerja. Hasil kerja di sini bisa membantu ekonomi keluarga dan biaya kuliah sendiri. Saya bangga kerja di sini, sistemnya baik dan melatih kami lebih disiplin,” ujarnya, Jumat (5/11/2026).

Rizma mengaku nyaman bekerja di dapur MBG karena jadwal kerjanya tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah. Ia mengambil kelas sore sehingga masih memiliki waktu untuk beristirahat setelah bekerja.

“Kebetulan saya kuliah sore hari, jadi pulang kerja bisa istirahat dahulu sebelum berangkat kuliah,” katanya.

Ia memilih divisi Asisten Lapangan Dapur dengan jam kerja mulai tengah malam hingga pagi hari. Meski harus bekerja saat sebagian orang terlelap, semangatnya tidak pernah surut.

Selain mendapat penghasilan, Rizma merasakan manfaat lain, seperti jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan suasana kerja penuh kebersamaan.

“Saya dapat teman baru. Suasana kebersamaan di dapur ini luar biasa. Semoga program ini terus berjalan, amanah, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Kepala SPPG Cianjur Campaka, Rizki Mohamad Iqbal, mengapresiasi semangat dan kedisiplinan Rizma dalam membagi waktu antara kerja dan kuliah.

“Semangat kerjanya sangat tinggi dan disiplin. Selama ini dia tidak pernah mengeluh, baik soal pekerjaan maupun kuliah,” ujarnya.

Menurut Rizki, pihaknya sengaja menyesuaikan jadwal kerja agar mendukung pendidikan Rizma. Ia juga menyebut Rizma selalu profesional dan patuh pada standar operasional prosedur (SOP).

“Kisah Rizma menjadi bukti program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberi harapan bagi generasi muda di daerah untuk terus melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *