Kepala Desa Mekarsari Ujang Rahmat bersama pihak ketiga dan Ketua BPD melabrak wartawan saat hendak konfirmasi. (Foto : Ilustrasi).
Cianjur | Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Ujang Rahmat, dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa. Tudingan ini muncul setelah sejumlah masyarakat menyoroti kinerjanya yang jarang terlihat di kantor desa.
Ketika dikonfirmasi oleh wartawan mengenai kebiasaannya yang jarang masuk kantor, Ujang mengaku bahwa dirinya lebih sering berkeliling di tengah masyarakat. Namun, pernyataan itu justru menimbulkan pertanyaan dari warganya sendiri mengenai dimanakah lokasi kegiatan yang dimaksud.
Intimidasi terhadap Wartawan
Insiden tak terduga terjadi ketika oknum kepala desa tersebut tidak terima akan adanya sebuah pemberitaan. Ujang justru mengundang pihak ketiga yang mengaku sebagai kuasa hukumnya dan Ketua BPD untuk melabrak wartawan yang hendak melakukan konfirmasi.
Bahkan, aksi tidak pantas itu terjadi di hadapan salah satu kepala dusun di desanya. Ketiganya turut memaki serta memarahi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya pada hari Rabu (11/6/2025). Peristiwa tersebut berlangsung saat wartawan hendak mengonfirmasi keinginan masyarakat yang menginginkan kepala desa datang untuk bertemu masyarakat di sekitar lokasi pembangunan yang bersumber dari Dana Desa TA 2025.
Hak Jawab yang Diabaikan
Padahal, jika merasa keberatan dengan pemberitaan yang akan dimuat, Ujang seharusnya menggunakan hak jawab sebagai bentuk pembelaan diri yang sah, bukan malah melakukan tindakan intimidatif terhadap awak media.
Pertanyaan dari Masyarakat
Beragam kejanggalan yang terjadi memunculkan pertanyaan besar dari warga: pantaskah sosok pemimpin seperti itu dijadikan teladan dalam mengayomi masyarakat?














