Kecewa Jalan Tak Kunjung di Bangun, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Warga Kampung Babakanlaban RW 05, Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, menanam puluhan batang pohon pisang di tengah ruas jalan yang rusak berat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai belum serius memperbaiki infrastruktur di wilayah mereka.
Ketua RT 03/05, Nur Laelasari yang akrab disapa Bu Ai, mengungkapkan bahwa aksi penanaman pohon pisang dilakukan secara diam-diam oleh warga pada malam hari. Menurutnya, aksi tersebut merupakan protes karena warga merasa dianaktirikan pemerintah.
“Penanaman pohon pisang itu adalah bentuk protes dan kekecewaan warga terhadap pemerintah. Jalan ini sudah rusak parah sejak lama, tetapi belum ada perbaikan berarti, bahkan sejak kepemimpinan bupati sebelumnya hingga sekarang,” ujar Ai, Minggu (25/8).
Ia menambahkan, jika tidak segera ada respons dari pemerintah, warga berencana menambah jumlah pohon pisang yang ditanam di lokasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Bojongpicung, Dihernawan, SH, membenarkan adanya aksi protes warga tersebut. Pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari ketua RT dan RW setempat.
“Panjang ruas jalan yang rusak di Kampung Babakanlaban sekitar 750 meter dengan lebar 4 meter. Jalan ini merupakan akses penghubung menuju Desa Kemang,” jelasnya.
Dihernawan mengapresiasi langkah warga sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur di desanya. Ia mengakui bahwa usulan perbaikan jalan tersebut telah diajukan sejak era bupati sebelumnya, namun hingga kini belum mendapatkan respons.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan ini, baik melalui usulan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa maupun tingkat kecamatan. Namun hingga sekarang belum ada realisasi,” ungkapnya.
Menurut pantauan di lapangan, kondisi jalan di Kampung Babakanlaban kontras dengan ruas jalan di desa-desa lain di Kecamatan Bojongpicung yang umumnya sudah diaspal atau dicor beton. Padahal, Desa Bojongpicung merupakan ibu kota kecamatan.
“Kami berharap pemerintah segera merespons aksi ini dengan merealisasikan pembangunan jalan yang sudah lama dinantikan warga,” pungkas Dihernawan.













