Heri Setiadi SH Kepala Desa Sukatani. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Peta kepemimpinan Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi berubah. Heri Setiadi, S.H., menyatakan mundur dari jabatan Kepala Desa Sukatani terhitung Selasa (20/10/2026).
Kabar yang beredar menyebut pengunduran diri itu berkaitan dengan langkah politik Heri yang berencana maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Cianjur pada periode mendatang. Namun, keputusan tersebut disebut tidak terkait dengan peristiwa unjuk rasa sekitar dua tahun lalu.
Menurut keterangan yang disampaikan, Heri memilih mundur karena alasan pribadi, yakni hendak menapaki jalur politik melalui pencalonan sebagai anggota legislatif. Surat pengunduran diri bermaterai itu disalurkan melalui Camat Haurwangi.
Langkah ini menandai dimulainya babak baru pemerintahan Desa Sukatani, yang kini harus bersiap menghadapi kekosongan jabatan kepala desa.
BPD Benarkan Pengunduran Diri
Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukatani, Mahmudin, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, surat pengunduran diri Heri disampaikan melalui Camat Haurwangi, dan pihak BPD memperoleh informasi keputusan itu dari camat.
Meski demikian, status dan tindak lanjut administratif pengunduran diri itu tetap perlu dipastikan melalui mekanisme pemerintahan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pasca-pengunduran diri, BPD Sukatani bersama jajaran perangkat desa telah menggelar rapat untuk membahas kekosongan jabatan kepala desa serta keberlangsungan roda pemerintahan desa. Untuk sementara, tugas pemerintahan desa akan dijalankan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Sukatani sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
BPD Sukatani juga berencana segera mengusulkan kepada Bupati Cianjur melalui Camat Haurwangi agar proses penunjukan Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sukatani dapat segera ditindaklanjuti. Langkah ini dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat, pelaksanaan program pemerintahan, serta kegiatan pembangunan desa tidak tersendat akibat kekosongan jabatan.
Pekerjaan Rumah yang Menanti
Di tengah peralihan kepemimpinan tersebut, persoalan lain yang tak kalah penting adalah pertanggungjawaban atas program pembangunan yang telah dilaksanakan selama Heri menjabat, termasuk kejelasan pengelolaan dan penyerahan berbagai aset milik desa.
Pihak BPD menyatakan bahwa koordinasi dengan Heri Setiadi terkait pertanggungjawaban program pembangunan dan aset desa akan dibahas lebih lanjut. Persoalan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan pemerintahan desa sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan maupun aset publik.
Kini, perhatian tertuju pada proses administratif pengunduran diri Heri Setiadi, penunjukan penjabat kepala desa, serta penyelesaian pertanggungjawaban pemerintahan sebelumnya.
Satu jabatan telah ditinggalkan, sementara sejumlah pekerjaan rumah masih menanti. Bagi Desa Sukatani, tantangan berikutnya bukan sekadar mengisi kursi kepala desa yang kosong, melainkan memastikan pemerintahan tetap berjalan dan kepentingan masyarakat tidak ikut terabaikan.













