Camat Campakamulya Acep Sopiandi S.H., M.Si. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur | Pemerintah Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya perubahan musim.
Mengingat wilayah Kecamatan Campakamulya memiliki topografi berbukit-bukit yang masuk dalam kategori daerah rawan bencana, Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, S.H., M.Si., menyampaikan serangkaian langkah antisipasi kepada publik, Selasa (23/6/2026).
Camat Campakamukya menjelaskan bahwa wilayahnya menghadapi dua tantangan besar setiap kali terjadi pergantian musim. Di satu sisi, saat musim hujan tiba, risiko bencana longsor dan banjir bandang mengintai warga yang bermukim di lereng-lereng bukit. Namun di sisi lain, pada saat musim kemarau, wilayah Campakamulya juga dikenal memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi.
“Kepada masyarakat Kecamatan Campakamulya, kita tahu bahwa demografi atau daerah kita ini berbukit-bukit. Apabila musim hujan tiba, itu pasti berisiko longsor dan banjir. Tapi di musim kemarau, wilayah kita juga rawan kekeringan,” ujar Acep kepada wartawan usai melakukan peninjauan lapangan, Selasa pagi.
Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, Camat mengungkapkan bahwa jajarannya telah bergerak sejak dini.
Sejak awal Januari lalu, pihak kecamatan telah berkoordinasi secara intensif dengan seluruh kepala desa se-Kecamatan Campakamulya agar mengalokasikan sebagian anggaran desa untuk membeli bibit-bibit pohon keras.
“Dari mulai bulan Januari kami sudah berupaya berkoordinasi dengan seluruh desa agar mengalokasikan anggaran untuk membeli bibit-bibit pohon keras. Pohon ini efektif untuk mengantisipasi terjadinya bahaya longsor dan juga menjaga tanah agar tidak cepat kering saat kemarau tiba,” terangnya.
Lebih lanjut, Camat menegaskan bahwa upaya penanaman dan penghijauan saat ini tengah digencarkan di titik-titik rawan. Selain fokus pada mitigasi bencana fisik, pihaknya juga memikirkan ketahanan pangan di musim kemarau. Untuk itu, Kecamatan Campakamulya berkolaborasi dengan Dinas Pertanian setempat guna memberikan edukasi kepada para petani.
“Untuk musim kemarau ini, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar bisa memberitahukan kepada petani wilayah mana saja serta jenis tanaman apa yang bisa ditanam pada musim kemarau. Hal ini bertujuan supaya hasil pertanian tetap bisa menghasilkan produk yang baik meskipun di tengah keterbatasan air,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan dinas terkait, Acep berharap masyarakat Campakamulya dapat melewati masa peralihan musim ini dengan aman, serta mampu meminimalisir risiko bencana dan gagal panen akibat cuaca ekstrem.














