Gedor Pintu Sambil Mengancam, Pemilik Rumah mengintip dari dalam dalam keadaan panik. (Foto : Ilustrasi AI).
Cianjur | Nasib apes menimpa Ai Rahmawati, seorang jurnalis perempuan dari Harian Cianjur Ekspres. Rumahnya yang berlokasi di Perumahan Puri Indah Residence, Desa Sindangasih, Karangtengah, didatangi dan diteror oleh dua pria tidak dikenal pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat itu, penghuni rumah sudah tertidur pulas. Tiba-tiba saja, kedua pria tersebut menggedor pintu dengan sangat keras sambil melontarkan kalimat ancaman yang bikin kaget.
“Kondisi saya waktu itu masih setengah sadar. Saya langsung bangun dan pas buka pintu, kelihatan ada dua pria yang langsung lari meninggalkan halaman rumah,” kata Ai dengan nada cemas.
Mendengar kejadian ini, Ketua PWI Perwakilan Cianjur, Mochamad Iksan, langsung pasang badan. Ia meminta pihak kepolisian segera bergerak melakukan investigasi supaya tidak timbul asumsi yang aneh-aneh di masyarakat.
“Kasus ini harus segera diusut tuntas biar semuanya terang benderang. Kita harus tahu apa motifnya dan siapa sebenarnya kedua pria itu,” ujar Iksan.
Iksan menilai penyelidikan ini sangat penting demi menjaga keamanan, khususnya bagi para jurnalis yang sedang bertugas. Ia juga mempertanyakan apakah aksi teror ini masalah pribadi atau ada kaitannya dengan pihak tertentu.
“Wartawan itu berada di garda terdepan untuk menyuarakan kebenaran, jadi memang rentan kena ancaman. Teror seperti ini jelas mengancam kebebasan pers dan demokrasi kita,” tambahnya.
Meski begitu, Iksan mengaku tetap percaya dengan kinerja kepolisian setempat dalam menyelesaikan kasus ini.
“Saya percaya Polres Cianjur bisa bertindak profesional untuk membongkar motif di balik teror ini,” tutup Iksan.













