Pilkades Serentak di Cianjur Akan Segera Digelar Forkopimda Cianjur Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pilkades Serentak Digital. (Foto : Sam Apip).
Cianjur, metropuncak.com | Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis digital yang rencananya digelar pada 18 Oktober 2026. Pesta demokrasi tingkat desa ini akan berlangsung di 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan bahwa tahapan Pilkades saat ini telah memasuki masa sosialisasi dan simulasi sistem digital. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda serta jajaran perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
“Ya, hari ini kita memasuki salah satu tahapan penting, yaitu sosialisasi Pilkades serentak digital di Kabupaten Cianjur,” ujar Wahyu, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, simulasi ini bertujuan memberikan gambaran jelas kepada perangkat kecamatan dan desa mengenai teknis pelaksanaan Pilkades digital. Ia optimistis waktu yang tersisa hingga Oktober masih sangat cukup untuk mematangkan seluruh persiapan.
“InsyaAllah cukup. Waktu yang kita miliki relatif memadai dibandingkan daerah lain,” tegasnya.
Wahyu juga memastikan anggaran pelaksanaan Pilkades serentak sebesar Rp2,5 miliar telah tersedia. Dalam sistem digital ini, masyarakat tetap diwajibkan hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya. Pemilih akan menggunakan perangkat tablet yang telah disediakan, cukup dengan memindai barcode hingga pilihan calon kepala desa muncul di layar.
“Kami menerapkan sistem paperless. Masyarakat datang ke TPS, lalu memilih lewat tablet. Ini efisien, menekan biaya pengadaan kertas dan surat suara, sekaligus mempercepat proses rekapitulasi,” jelas Wahyu.
Sistem ini pun diklaim ramah bagi pemilih lanjut usia (lansia). Jika ada kendala, panitia di setiap desa akan siap mendampingi. Untuk mengantisipasi gangguan teknis, pemerintah daerah telah menyiapkan perangkat cadangan dan langkah mitigasi. Sistem yang digunakan pun bekerja secara offline atau lokal, sehingga data tersimpan aman di media penyimpanan tanpa terhubung langsung ke internet.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi, menyatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 300 personel atau setara dua pertiga kekuatan personel Polres Cianjur untuk mengamankan jalannya Pilkades. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“InsyaAllah kami kerahkan 2/3 kekuatan, sekitar 300 personel,” kata Alexander.
Tak hanya mengantisipasi potensi konflik, polisi juga akan fokus mengawasi praktik politik uang, suap, manipulasi suara, hingga kejahatan siber. Polres Cianjur telah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Barat untuk memastikan keamanan perangkat dan sistem digital yang digunakan.
“Kami sudah memetakan potensi kerawanan dan menyiapkan solusinya. Kami mendukung penuh pemerintah daerah karena Pilkades ini adalah hajat besar Pemkab Cianjur. Polres Cianjur siap mendukung dari sisi apa pun yang dibutuhkan,” pungkasnya.










