Eskalasi Konsorsium Walkout Auden Tak Ada Kejelasan, Mengancam Akan Aksi Lebih Besar

Eskalasi Konsorsium Walkout Auden Tak Ada Kejelasan, Mengancam Akan Aksi Lebih Besar. (Foto: SMR).

Cianjur | Gabungan organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menamai diri Eskalasi Konsorsium melakukan walkout dari audiensi dengan PT Lian Hua.

Aksi ini dilakukan karena perusahaan dinilai tidak mampu memberikan kejelasan mengenai keabsahan perizinan serta dianggap mengingkari janji pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan massa dari Eskalasi Konsorsium telah berkumpul di gerbang PT Lian Hua sejak pukul 13.00 WIB, Kamis (22/1/2026).

Massa memberikan waktu satu jam kepada perusahaan untuk menghadirkan pihak berwenang yang dapat menjawab tuntutan mereka secara tuntas.

Tuntutan tersebut meliputi transparansi dan pertanggungjawaban atas proses perizinan, realisasi janji pemberdayaan tenaga kerja lokal, komunikasi yang setara dengan masyarakat melalui humas yang memahami kultur lokal, serta klarifikasi atas dugaan pelanggaran izin.

Para aktivis menyoroti indikasi pelanggaran serius, terutama terkait tata ruang. Sodiq, salah satu perwakilan, mempertanyakan izin operasi PT Lian Hua yang berstatus industri sedang di kawasan yang tidak diperuntukkan untuk itu berdasarkan Perda No. 7 Tahun 2024.

“Kecamatan Kota Cianjur tidak ada ruang untuk industri sedang. Izinnya bagaimana bisa terbit?” tanyanya.

Mereka juga menduga perusahaan belum melengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara lengkap.

Dari sisi pemberdayaan, kekecewaan juga mengemuka. Andri, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sukamaju, menyatakan janji prioritas tenaga kerja lokal tidak terealisasi.

“Dari sekitar 300 pekerja, yang dari Desa Sukamaju mungkin hanya 100 orang. Padahal UU Ketenagakerjaan mengatur prioritas untuk tenaga kerja setempat,” ujar Andri. Ia juga menyayangkan pergantian pejabat HRD yang dinilai mengabaikan komitmen lama.

Karena tidak kunjung mendapat jawaban yang memuaskan, konsorsium mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT Lian Hua, karena tidak mau memberikan keterangan saat di konfirmasi wartawan di lokasi.

Situasi ini berpotensi memicu eskalasi jika tidak segera diikuti langkah dialog yang konkret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *