Dua Sekolah Berseteru Gelar Aksi Damai, Bupati Cianjur dan Kepala KCD Pendidikan Wilayah VI Jabar Hadir

Dua Sekolah Berseteru Gelar Aksi Damai, Bupati Cianjur dan Kepala KCD Pendidikan Wilayah VI Jabar Hadir. (Foto : Sam Apip).

Cianjur, metropuncak.com | Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat menggelar audiensi untuk mencegah terulangnya keributan antar pelajar. Pertemuan yang melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta sekolah-sekolah terkait di wilayah Kecamatan Cilaku ini berlangsung di Aula Kecamatan Cilaku, Selasa (11/8).

Audiensi digelar menyusul insiden keributan yang melibatkan pelajar SMK Siliwangi dan SMKN 1 Cilaku. Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dunia pendidikan dan keamanan di Kabupaten Cianjur, sekaligus mencegah potensi konflik antar kelompok pelajar.

“Kami ingin suasana pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Cianjur tetap aman, nyaman, dan tertib. Tidak boleh ada lagi perbedaan pendapat yang memicu perseteruan antar siswa,” ujar Wahyu.

Menurutnya, penguatan pembinaan karakter menjadi kunci utama dalam mencegah aksi kekerasan, baik secara verbal maupun fisik. Wahyu juga mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pembinaan dan penegakan kedisiplinan pelajar. Setelah proses pembinaan dari provinsi rampung, Pemkab Cianjur berencana menggelar berbagai kegiatan kolaboratif antarsekolah.

“Kami akan mengadakan kegiatan bersama, seperti bakti sosial, bakti lingkungan, dan kegiatan keagamaan untuk menumbuhkan rasa persatuan,” tambahnya.

Wahyu menegaskan bahwa ego sektoral di kalangan pelajar harus dihilangkan. Ia mengingatkan bahwa seluruh siswa di Cianjur adalah saudara yang kelak akan bersama-sama membangun daerah.

“Sudah bukan zamannya berkompetisi, sekarang zamannya berkolaborasi. Kami akan menjadi katalisator untuk mewujudkan hal itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni, menyatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan dan pembinaan di seluruh sekolah di Kabupaten Cianjur melalui peran pengawas sekolah. Para kepala sekolah juga diminta untuk lebih giat melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap peserta didik di lingkungan masing-masing.

“Kami akan mengintensifkan pengawasan melalui pengawas sekolah ke seluruh sekolah di Kabupaten Cianjur. Kepala sekolah juga kami minta terus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada siswa,” kata Nonong.

Selain itu, KCD akan mempererat komunikasi dengan orang tua siswa, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Untuk memperkuat hubungan antarsekolah, Nonong menyebutkan akan ada lebih banyak kegiatan bersama, seperti jambore, kemah, pertandingan olahraga, maupun kegiatan keagamaan.

“Kuncinya adalah memperbanyak kegiatan bersama-sama,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan sanksi bagi sekolah yang lalai dalam pembinaan siswa, Nonong menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi.

“Jika ditemukan kelalaian dari pihak sekolah, bukan tidak mungkin kami akan memberikan sanksi,” katanya.

Namun, untuk audiensi kali ini, KCD belum memberikan sanksi kepada sekolah. Pertemuan difokuskan pada upaya penyelesaian masalah dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, terkait para pelajar yang sempat diamankan, Nonong menyebutkan bahwa penanganannya saat ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk kemudian ditindaklanjuti oleh sekolah sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *