Lokasi penemuan korban tenggelam di waduk Cirata. (Foto : Zenal Mustari).
Cianjur | Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian korban tenggelam di Danau Cirata, kawasan Jangari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Setelah dua hari berupaya, korban atas nama DP (20), warga Kampung Citoe, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (10/5/2026) sore.
Kapolsek Mande, AKP Yudi Heryanadi, menyampaikan korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.30 WIB, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di kedalaman 18 meter dari permukaan air danau.
“Tim SAR melakukan penyelaman di titik lokasi kejadian. Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, pada kedalaman sekitar 18 meter,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Kronologi kejadian bermula pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban dilaporkan tenggelam di kawasan Danau Cirata Jangari, tepatnya di Blok Pasir Pogor, Kampung Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian bersama tim SAR, yang kemudian melakukan pencarian intensif selama dua hari penuh.
Menurut AKP Yudi, medan pencarian cukup ekstrem karena kedalaman danau yang signifikan. Sehingga tim pun menggunakan metode penyelaman sebagai strategi utama.
Personel yang diterjunkan berasal dari lintas instansi, meliputi TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta relawan setempat.
Setelah korban ditemukan, jasad langsung dievakuasi ke darat oleh petugas. Keluarga korban yang sejak awal berada di lokasi pencarian menyatakan ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Pihak keluarga langsung membawa jenazah ke kampung halamannya di Kecamatan Cidaun untuk disemayamkan dan dimakamkan,” kata Kapolsek Mande.
Selama proses pencarian hingga evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan perairan Danau Cirata, khususnya di area dengan kedalaman tinggi dan kondisi arus bawah air yang sulit diprediksi.











