Cianjur | Diduga lalainya petugas yang menangani bencana angin kencang di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, seorang ibu muda bersama dua anak balitanya, menyantap mie instan kadaluarsa.
Menurut informasi, mie instan yang disantapnya itu merupakan pemberian bantuan logistik pemerintah yang didistribusikan oleh aparat desa untuk para korban bencana angin kencang yang terjadi di wilayah Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber pada hari Sabtu 04/05/2024.
Ya adalah Ana (22) bersama kedua balitanya Naufal (1,7) serta Amira (5), warga Kampung Bebedahan Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Bantuan itu dikasih pada hari Minggu sore, karena kebetulan anak saya ingin makan mie, tapi setelah dimakan baru melihat bungkusnya yang ternyata sudah kadaluarsa,” kata Ana kepada wartawan, Selasa 07/05/2024.
Setelah mengetahui kadaluarsa karena tertulis tanggal kadaluwarsa 17/04/2024 dibungkus mie instan, Ana sempat dihantui rasa takut dan khawatir.
“Saya memang tidak mengalami gejala apapun setelah makan mie itu, saya juga baik-baik saja karena mungkin sudah dewasa, namun saya khawatir dengan kesehatan kedua anak-anak saya,” ungkapnya.
Menurut Kasi Kesra Desa Sukaraharja Syahri Ibnu menuturkan, bantuan yang diberikan kepada korban diambil dari gudang penyimpanan logistik lumbung sosial Kecamatan Cibeber.
“Kami mengambil logistik di lumbung sosial Desa Sukamanah, dan kami juga memisahkan mana saja yang sudah kadaluarsa,” kilahnya menuturkan kepada wartawan.
Menyikapi hal tersebut, upaya yang dilakukan pemerintah dengan menerjunkan petugas kelapagan harus lebih waspada dan berhati-hati, jangan sampai korban bencana lebih menderita lagi atas terjadinya kelalaian pemerintah dalam menangani bencana.














