Cegah Stunting, Puskesmas Campakamulya Cianjur Gencarkan PMT Pangan Lokal

Pertemuan sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Aula Puskesmas Campakamulya, Cianjur. (Foto : Zenal Mustari).

Cianjur | Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Campakamulya bergerak cepat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat.

Pihak puskesmas menggelar pertemuan sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Aula Puskesmas Campakamulya, Cianjur, Sabtu (06/06/2026).

Langkah nyata ini diambil demi menekan angka stunting dan memperbaiki gizi warga.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Campakamulya, Tb Wahyu Rahayu. Turut hadir pula PJ Klaster 2, PJ Klaster 3, Programmer Gizi, Programmer Promkes, serta para Bidan Desa.

Antusiasme terlihat dari hadirnya para Kader Posyandu yang mewakili lima desa di wilayah Kecamatan Campakamulya.

Kepala UPTD Puskesmas Campakamulya, Tb Wahyu Rahayu, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada tiga sasaran utama. Pihak puskesmas berkomitmen penuh untuk mencegah stunting, mengatasi balita gizi kurang, dan menolong Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (Bumil KEK).

“Kami ingin memastikan seluruh generasi muda dan ibu hamil di Campakamulya mendapatkan asupan gizi yang layak. Melalui pangan lokal, kita bisa mengoptimalkan potensi makanan sehat yang ada di sekitar kita,” ujar Tb Wahyu Rahayu saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Sabtu (06/06/2026).

PMT Puskesmas Campakamulya menerapkan strategi khusus dalam pembagian makanan tambahan ini.

Durasi pemberian bantuan makanan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sasaran agar hasil lebih maksimal.

Balita berat badan kurang mendapatkan prioritas PMT selama 14 hari, kemudian balita gizi kurang mendapatkan asupan PMT selama 56 hari dan ibu hamil KEK mendapatkan pengawasan dan PMT terlama, yaitu selama 120 hari.

Tb Wahyu Rahayu menambahkan, peran kader posyandu dan bidan desa sangat krusial dalam program ini. Mereka menjadi ujung tombak untuk memantau perkembangan berat badan balita dan kesehatan ibu hamil secara langsung di lapangan.

“Melalui sinergi yang kuat antara petugas puskesmas, kader, dan masyarakat, Kecamatan Campakamulya optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting,” tambahnya menutup wawancara pagi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama