Kepala BNNK Cianjur M Affan Eko Budi Santoso (Tengah) dalam Press Release, Selasa 30 Des 2025. (Foto: Ali).
Cianjur | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur melaporkan tren penurunan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika dalam dua tahun terakhir.
Hal tersebut dilakukan dengan upaya pencegahan melalui program Desa Bersinar dan sosialisasi masif menjadi faktor pendorong.
Pada Press Release, Selasa 30 Desa 2025, Kepala BNNK Cianjur, M Affan Eko Budi Santoso, menyampaikan bahwa pada tahun 2024 tercatat 176 kasus dengan 246 tersangka. Angka ini turun pada tahun 2025 menjadi 155 kasus dengan 213 tersangka.
“Secara grafik, terjadi penurunan kasus. Capaian ini tidak lepas dari upaya preventif kami,” ujar Affan dalam Press Release capaian kinerja di kantor BNNK Cianjur, Jalan Raya Cibeber, Selasa pagi.
Salah satu program andalannya adalah Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba), yang bertujuan menciptakan lingkungan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Hingga saat ini, program tersebut telah diimplementasikan di 214 desa dan kelurahan se-Kabupaten Cianjur.
Di bidang edukasi, BNNK Cianjur secara rutin menggelar sosialisasi bahaya narkotika. Sepanjang tahun 2025, telah dilaksanakan 122 kali penyuluhan tatap muka dengan menjangkau 36.857 peserta.
Secara kumulatif dalam enam tahun terakhir, BNNK Cianjur menangani 719 kasus dengan 908 tersangka.
Data ini menunjukkan bahwa upaya penindakan dan pencegahan terus berjalan seiring dengan komitmen menekan peredaran narkoba di wilayah tersebut.








