Belasan Warga Ciranjang Terdampak Chikungunya. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Sebanyak 25 warga Kampung Bantar Gebang RT 01 – 02/13, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan terinfeksi virus chikungunya.
Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan di Puskesmas, dokter praktik, dan klinik setempat.
Sekretaris Desa (Sekdes) Ciranjang, Irfan (50), menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan mengenai kejadian ini dari Ketua RT/RW setempat pada Kamis, 18 September 2025 kemarin.
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Desa bersama Puskesmas Ciranjang langsung mengambil tindakan dengan melaksanakan pengasapan (fogging) pada Jumat, 19 September 2025, di lingkungan Kampung Bantar Gebang.
“Gejala utama yang dialami warga adalah demam (100%), nyeri sendi (96,6%), dan bercak kemerahan pada kulit (41%). Kasus tersebar dengan proporsi 60% perempuan dan 40% laki-laki, dengan mayoritas berada pada usia produktif. Sebagai antisipasi, kami langsung melaksanakan fogging,” jelas Irfan, Minggu (21/9/2025).
Menurutnya, warga yang terdampak awalnya mengalami mual, muntah, serta nyeri dan ngilu di sekujur tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan mereka lemas, kaku, dan tidak mampu bangun, sehingga memutuskan untuk segera berobat.














