3 Tahun Belajar Gratis, Puluhan Lansia di Cianjur Siap Ujian Paket C dengan Infak Rp100 Ribu

3 Tahun Belajar Gratis, Puluhan Lansia di Cianjur Siap Ujian Paket C dengan Infak Rp100 Ribu. (Foto: Sam Apip).

Cianjur | Sebanyak 22 orang peserta Kelompok Belajar (Kober) Paket C 14 Sirnagalih 2, di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Karimah Ciranjang, bersiap mengakhiri perjalanan pendidikannya.

Kegiatan belajar yang berlangsung di gedung SDN Sirnagalih 2, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur ini akan segera memasuki ujian akhir dan acara perpisahan.

Yang membuat istimewa, selama tiga tahun masa belajar, seluruh peserta tidak dipungut biaya sepeser pun. Mereka juga tidak menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Pembiayaan murni berasal dari swadaya, karena usia rata-rata peserta sudah di atas 30 tahun.

Meski belajar gratis, di penghujung tahun ini, para peserta bersama ketua kelompok dan panitia sepakat mengadakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) serta acara perpisahan.

Untuk kebutuhan tersebut, mereka sepakat menggalang infak sebesar Rp100 ribu per orang. Dana itu digunakan untuk pembuatan foto ijazah, medalinya, serta konsumsi.

Ketua Kelompok Belajar Paket C 14 Sirnagalih 2, Ucum Sumiati, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kelompok belajar kami berjalan baik. Kini hampir tamat, tinggal menunggu ujian dan perpisahan. Selama belajar, tidak pernah ada biaya apa pun,” ujarnya.

Ia menambahkan, para peserta merasa bangga dan bahagia karena akhirnya akan mendapatkan ijazah Paket C.

“Infak Rp100 ribu tidak memberatkan. Alokasinya jelas, masuk akal, dan sifatnya tidak memaksa. Semua kami lakukan dengan ikhlas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Kang Iwan, menegaskan bahwa informasi dari ketua kelompok menunjukkan partisipasi infak belum mencapai 50 persen dari total peserta.

“Memang benar, selama belajar mereka tidak menerima BOS karena usianya rata-rata di atas 30 tahun. Kecuali sekarang di akhir tahun, kami butuh dana untuk foto ijazah, medali, dan konsumsi. Infak ini tidak memaksa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *