Minibus berpenumpang di Cianjur nekat pertaruhkan nyawa lewati jembatan gantung. (Foto : Ist).
Cianjur, metropuncak.com | Beberapa waktu lalu, beredar sebuah aksi nekat terekam viral di media sosial yang memperlihatkan minibus bernomor polisi F 1284 TC melintasi jembatan gantung di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur. Padahal, jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor.
Dalam video yang beredar, kendaraan roda empat berwarna hitam itu tampak melaju sangat perlahan di atas jembatan. Pengemudi terlihat berhati-hati memastikan roda kendaraan tetap berada di pelat baja agar tidak tergelincir ke sungai di bawahnya. Momen mencekam itu berlangsung hingga akhirnya minibus berhasil mencapai ujung jembatan.
Aksi serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Sejumlah pengendara mobil lainnya diketahui kerap mempertaruhkan keselamatan demi memangkas waktu perjalanan. Pemerintah desa setempat sebenarnya telah memasang papan larangan bagi kendaraan roda empat, tetapi plang tersebut dilaporkan hilang sehingga banyak pengendara yang tetap nekat melintas.
Jembatan gantung tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018. Meski demikian, jalur alternatif ini kerap digunakan lantaran akses jalan utama sepanjang sekitar sembilan kilometer yang menghubungkan Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, dengan Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, mengalami kerusakan parah. Kondisi itulah yang mendorong warga memilih jalur lebih dekat, kendati sangat berisiko.
Menanggapi insiden tersebut, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa jembatan itu memang tidak dirancang untuk kendaraan roda empat.
“Kami sudah mengonfirmasi dan mendapatkan informasi bahwa jembatan itu diperuntukkan bagi pejalan kaki dan roda dua. Memang ada oknum tidak bertanggung jawab yang melanggar batas tonase. Kami akan menindaklanjuti dan meninjau langsung ke lokasi,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, pemda akan mengkaji kemungkinan peningkatan status jembatan jika dinilai perlu, agar ke depan dapat dilalui kendaraan roda empat dengan aman.
“Apabila diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengkaji apakah jembatan perlu ditingkatkan statusnya. Jika anggaran mencukupi, insyaallah akan kami upayakan,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa selain perbaikan jembatan, pemerintah akan melakukan perbaikan bertahap terhadap ruas jalan yang rusak.
“Kami akan berusaha memperbaiki jalan di lokasi tersebut maupun lokasi lainnya, termasuk jembatannya. Sementara, masyarakat kami imbau menggunakan akses jalan yang semestinya demi keselamatan,” terangnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga turut menyoroti aksi tersebut. Menurutnya, kendaraan roda empat yang melintasi jembatan gantung sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan dan mempercepat kerusakan konstruksi.
“Ini perilaku warga yang harus segera diluruskan. Jembatan untuk motor dipakai mobil, bahkan penumpangnya tidak diturunkan. Potensi kecelakaan sangat tinggi,” kata Dedi.
Ia pun meminta Bupati Cianjur untuk mencari pengemudi kendaraan tersebut guna diberikan pembinaan dan pemahaman agar tidak mengulangi tindakan berbahaya yang mengancam keselamatan diri sendiri dan pengguna jembatan lainnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan sekaligus gambaran nyata kondisi infrastruktur di wilayah selatan Cianjur. Kerusakan jalan yang belum tertangani membuat sebagian warga terpaksa memilih jalan pintas berisiko demi menghemat waktu perjalanan.













