Stok Beras Bulog Cianjur Capai 20 Ribu Ton, Dipastikan Aman Jelang Idul Fitri 2026. (Foto: Ist).
Cianjur | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026, Perum Bulog Cabang Cianjur memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Cianjur, Yanto Nurdianto, saat ditemui di kantornya, Kamis (12/3/2026).
Yanto mengungkapkan bahwa saat ini total stok beras yang dikelola untuk wilayah Cianjur dan Sukabumi mencapai kurang lebih 20 ribu ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari stok yang ada serta hasil serapan gabah yang masih terus berlangsung.
“Kondisi stok Bulog Cabang Cianjur saat ini kurang lebih 17 ribu ton. Seiring dengan kita yang sedang menyerap dan dalam proses pengolahan, ada sekitar 3 ribu ton lagi. Jadi jumlahnya saat ini mencapai 20 ribu ton,” ujar Yanto.
Ia menambahkan, angka tersebut dipastikan akan terus bertambah karena proses penyerapan gabah dari petani masih berjalan lancar.
“Penyerapan masih berlangsung sampai saat ini. Rata-rata per hari kita bisa menyerap 300 sampai 400 ton. Insyaallah untuk kesiapan Idul Fitri, stok beras aman,” tegasnya.
Meski tergabung dalam satu manajemen stok dengan Sukabumi, Yanto merinci bahwa gudang-gudang Bulu di Cianjur terpisah. Di wilayah Cianjur sendiri, terdapat dua gudang induk yaitu di Bojong dan Bojongherang, serta sejumlah gudang tinjau.
“Kurang lebih stok yang ada di Cianjur sekitar 10 ribu ton, sementara total gabungan dengan Sukabumi mencapai 20 ribu ton,” jelasnya.
Menyinggung soal kualitas beras, Yanto menyebutkan bahwa panen di musim kemarau seperti saat ini justru menghasilkan kualitas yang lebih baik.
“Sekarang agak kemarau, dari sisi kualitas bagus. Ketika panen lebih kering, kualitasnya lebih bagus dibanding musim hujan yang kadar airnya tinggi dan bisa menyebabkan rendemen rendah,” terangnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari besar keagamaan, Bulog Cianjur gencar melakukan berbagai langkah strategis.
“Kita gencar melaksanakan Gerakan Pasar Murah (GPM). Selain itu, kita juga melakukan penyaluran ke outlet Bulog, toko di pasar, LPK, dan kios pangan. Kegiatan pasar murah kita lakukan bersama dinas terkait seperti Indag, DKP, serta dibantu TNI-POLRI dan Kodim,” papar Yanto.
“Stok Bulog ini memang untuk menstabilkan harga yang ada di masyarakat, agar tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yanto menjelaskan bahwa stok yang dimiliki Bulog tidak diperuntukkan bagi seluruh kebutuhan penduduk, melainkan dihitung berdasarkan kebutuhan penugasan dari pemerintah. Saat ini, fokus penyaluran adalah untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.
“Kebetulan dalam waktu dekat, bantuan pangan akan kembali disalurkan dengan alokasi 10 kilogram per penerima. Rencananya akan dilaksanakan masif setelah Lebaran. Ada peningkatan jumlah penerima hampir 100 persen, menjadi dua kali lipat. Dulu Kabupaten Cianjur mendapat alokasi untuk kurang lebih 200 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP), sekarang menjadi 400 ribu PBP. Jadi ada peningkatan penerimaan bantuan pangan,” ungkap Yanto.
Ia juga memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Desember 2025 telah 100 persen selesai. Untuk alokasi Februari-Maret 2026, penyaluran dilakukan dengan sistem dua alokasi sekaligus.
“Jumlahnya sama, 10 kg per PBP, tetapi disalurkan dua alokasi langsung. Jadi penerima manfaat mendapatkan masing-masing 20 kg beras, ditambah 4 liter minyak,” tutupnya.
Dengan stok yang melimpah dan berbagai program penyaluran yang aktif, masyarakat Cianjur diimbau untuk tidak khawatir akan ketersediaan beras menjelang Idul Fitri dan dapat berbelanja dengan tenang.













