Rujukan BPJS Tertunda di RSUD Cianjur, Kendalanya dari Kuota hingga Tak Ada Handhone. (Foto: Ist).
Cianjur | Sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan kembali menuai keluhan di RSUD Cianjur. Seorang pasien yang telah membawa surat rujukan dari puskesmas justru mengalami prosedur berbelit dan akhirnya tak dapat dilayani, salah satu kendalanya disebut karena tidak membawa handphone.
Kejadian ini terjadi pada Selasa (30/12) pagi. Pasien yang telah datang sejak pukul 06.00 WIB dan mengambil nomor antrian, mendapat kenyataan pahit dari seorang perawat.
“Hari ini sudah penuh pak (Red), cuma bisa yang berobat jalan. Punten, enjing deui (maaf, datang lagi besok),” begitu pengakuan pasien menirukan ucapan petugas.
Namun, masalah sesungguhnya lebih kompleks dari kuota harian. Setelah tiba dengan surat rujukan, pasien diinstruksikan untuk mendaftar ulang secara online melalui sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Di titik inilah muncul kendala tak terduga.
Pasien mengaku mengalami kesulitan karena tidak membawa handhone, yang diduga diperlukan untuk proses verifikasi atau komunikasi dalam pendaftaran daring tersebut.
Akibat kendala teknis ini, alih-alih mendapat bantuan, pasien justru disarankan pulang.
“Sungguh miris. Memang pasien BPJS sulitnya untuk berobat ke rumah sakit,” ujar pasien dengan nada kecewa.
Insiden ini mempertanyakan efektivitas dan kemudahan akses layanan rujukan. Surat rujukan dari fasilitas kesehatan primer (FKTP) seperti puskesmas, yang seharusnya menjadi jaminan akses yang dipermudah ke rumah sakit, ternyata tidak serta merta menyelesaikan masalah administratif di tingkat penerimaan.
Keluhan ini kembali menyoroti celah dalam implementasi sistem rujukan BPJS yang kerap disorot masyarakat, terutama menyangkut prosedur administratif dan teknis yang dinilai kaku dan tidak adaptif terhadap kondisi pasien.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Cianjur belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi mengenai standar prosedur penerimaan pasien rujukan BPJS, serta kebenaran mengenai keharusan menggunakan headphone dalam pendaftaran online.
(Sumber: Pengaduan langsung pasien)













